KKN Kelompok 14 UPN Veteran Jawa Timur Adakan Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Desa Pohsangit Lor
Probolinggo, Patrolipos
Mahasiswa KKN kelompok 14 UPN Veteran Jawa timur. mengadakan kegiatan sosialisasi stunting guna menyadarkan masyarakat pentingnya perilaku sadar gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Bertempat di Desa Pohsangit Lor Kecamatan Wonomerto kabupaten Probolinggo. Jum’at (04/11/22)
Kegiatan ini mengusung tema Pentingnya perilaku sadar gizi seimbang dalam Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Stunting Di Desa Pohsangit Lor Kecamatan Wonomerto kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Kepala Desa Pohsangit Lor. Taufik, KKN Kelompok 14 UPN Veteran Jawa timur, Kader Desa, warga mayarakat Serta Yang Lainnya.
Ketua Kelompok 14 KKN UPN Veteran Jawa Timur. Noor Ravi Fitradhi. menjelaskan, bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu program utama yang direncanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan utama, yaitu terkait pencegahan stunting di Desa Pohsangit Lor. Ujar Noor Ravi Fitradhi.
Setelah Itu, Kepala Desa Pohsangit Lor. Taufik, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN ini. Mengingat, Desa Pohsangit Lor. memiliki banyak sekali Penderita stunting di setiap dusunnya. Kendati tinggal di desa. Ucap Taufik.
Lanjut, Taufik. menegaskan, ke depannya para ibu kader harus lebih tanggap terhadap masyarakat yang terkena stunting sehingga semaksimal mungkin dapat meminimalisir adanya penderita stunting ini.
“Masyarakat desa, khususnya ibu-ibu kader tidak boleh lalai dalam hal membantu masyarakat yang terjangkit Stunting. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap warga masyarakat Desa Pohsangit Lor. khususnya ibu-ibu kader memiliki wawasan lebih dalam. Atas pencegahan stunting ini sehingga angka penderita stunting berkurang. Harap Kades Pohsangit Lor. Taufik.
Setelah itu, bidan desa juga mengharapkan, kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting pada saat awal kehamilan sampai bayi umur 2 tahun.
“Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplemen zat gizi (Tablet Fe) dan terpantau kesehatannya dengan minimal konsumsi tablet Fe 90 tablet selama kehamilan. Kemudian saat bayi lahir persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu bayi lahir dilakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) dg Asi Eksklusif sampai 6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian MPP-ASI setelah umur 6 bulan-24 bulan,” ucapnya.
salah satu Warga Pohsangit Lor. Mengucapkan, Dengan diadakannya sosialisasi stunting ini, kami lebih paham dan tahu bagaimana cara dalam mencegah serta bagaimana penanganan dari stunting itu sendiri, ujar salah satu warga Pohsangit Lor
Lanjut warga “Dari penjelasan yang diberikan pihak puskesmas, saya menjadi paham cara memberi anak balita jenis makanan yang sesuai dengan umurnya serta takaran gizinya,” lanjutnya.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
