• Ming. Mar 8th, 2026

Patroli Pos

Mengutamakan Aspirasi Rakyat

Workshop Metodologi Pembelajaran Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta

ByPatrolipos

Nov 15, 2025
Share

PROBOLINGGO, PATROLI POS

Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKGMI Kecamatan Paiton) bekerja sama dengan KKMI Kecamatan Paiton menyelenggarakan sebuah kegiatan penting bertajuk “Workshop Metodologi Pembelajaran Berbasis Deep Learning dan Berbasis Cinta.” Kegiatan ini dilaksanakan di MI Negeri 1 Paiton dan diikuti oleh 60 guru MI bersertifikasi Se-Kecamatan Paiton, pada Sabtu 15 November 2025. Kehadiran para guru ini menunjukkan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan.

Acara ini turut dihadiri oleh para undangan dari berbagai unsur penting dalam dunia pendidikan madrasah, di antaranya Kasi Pendidikan Madrasah, Pengawas Madrasah Kecamatan Paiton, Ketua dan Pengurus KKMI Kecamatan Paiton, serta Kepala MIN. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi simbol bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan tanggung jawab bersama, untuk memastikan madrasah tetap menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter.

Dalam sambutan sekaligus penyampaiannya, Kasi Pendidikan Madrasah, H. Muhammad As’adi, S.Ag, M.Pd, menegaskan bahwa kompetensi guru adalah faktor kunci dalam keberhasilan proses pendidikan. Di era perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat, guru tidak hanya dituntut memahami materi ajar, tetapi juga menguasai metode pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan humanis. Ia menekankan bahwa pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam telah menjadi salah satu tren global dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan problem-solving siswa.

Lebih jauh, Kasi Pendma menyoroti pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta, sebuah pendekatan pembelajaran yang menempatkan kasih sayang, empati, dan penghargaan terhadap potensi peserta didik sebagai inti dari seluruh proses pendidikan. Dengan pendekatan ini, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan inklusif sehingga siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang.

Advertisements

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad As’adi juga mengingatkan bahwa profesi guru adalah profesi mulia yang menuntut kesungguhan, termasuk dalam mengelola tunjangan profesi. Beliau menyampaikan bahwa guru perlu menyisihkan sebagian tunjangan profesinya untuk meningkatkan kompetensi diri, baik melalui pelatihan mandiri maupun kegiatan kolektif dalam wadah KKG atau KKM. Menurutnya, tunjangan profesi tidak hanya sekadar hak, tetapi juga amanah yang harus digunakan untuk mendukung kinerja dan profesionalitas guru.

Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman teoritis sekaligus praktik langsung tentang bagaimana mengimplementasikan pembelajaran berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta di kelas. Melalui diskusi, simulasi, dan penyampaian materi interaktif, para peserta diajak memahami strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kasih sayang dan keteladanan.

Sepanjang kegiatan, suasana tampak sangat antusias. Para guru aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pembelajaran sehari-hari. Para narasumber memberikan bimbingan dan inspirasi bagaimana metode-metode ini dapat diterapkan secara nyata dalam pembelajaran MI, baik pada mata pelajaran umum maupun keagamaan.

Acara ditutup dengan pesan agar seluruh peserta terus menjaga semangat belajar dan mengimplementasikan hasil workshop di madrasah masing-masing. Kolaborasi KKGMI dan KKMI Kecamatan Paiton ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas guru mampu menjadi motor penggerak perubahan di tingkat akar rumput, menuju pembelajaran madrasah yang lebih bermakna, relevan, dan penuh cinta. Syd/Red**

Advertisements

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *