• Sen. Feb 9th, 2026

Patroli Pos

Mengutamakan Aspirasi Rakyat

Share

PROBOLINGGO, PATROLI POS

Kalau suatu hari kamu dipanggil aparat, jangan buru-buru panik.

Yang paling berbahaya bukan ruang pemeriksaan, bukan seragam, bukan nada suara yang tinggi.

Yang paling berbahaya adalah datang tanpa tahu hakmu sendiri.

Di negeri ini, banyak orang kalah bukan karena salah,

tapi karena diam di saat seharusnya bertanya,

patuh di saat seharusnya memahami posisi.

Bertanya itu bukan melawan.

Itu hak.

Meminta pendampingan hukum bukan tanda bersalah.

Itu hak.

Memilih diam bukan sikap pengecut.

Itu juga hak.

Masalahnya, hak sering dianggap sebagai pembangkangan.

Padahal hukum tidak pernah meminta kita untuk berani atau takut.

Hukum hanya menuntut satu hal: sadar posisi.

Aparat menjalankan tugas.

Warga punya hak.

Advertisements

Relasi ini seharusnya setara di hadapan hukum, bukan timpang oleh ketidaktahuan.

Sayangnya, budaya kita sering memuja kepatuhan tanpa pemahaman.

Asal datang.

Asal tanda tangan.

Asal menurut.

Di titik itulah hukum berubah dari alat keadilan menjadi alat tekanan.

Negara hukum tidak diukur dari seberapa cepat orang patuh,

tapi dari seberapa paham warganya terhadap haknya sendiri.

Karena hukum yang sehat tidak takut pada warga yang bertanya.

Dan warga yang tahu haknya tidak mudah ditindas oleh prosedur.

Jadi ingat baik-baik:

Masuk ruang hukum tanpa pengetahuan,

sama bahayanya dengan masuk medan perang tanpa perlindungan.

Hukum bukan soal nyali.

Bukan soal siapa paling keras atau paling tunduk.

Hukum adalah soal tahu di mana kamu berdiri

dan apa yang memang menjadi hakmu sebagai manusia dan warga negara. RD.

Advertisements

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *