• Sen. Feb 9th, 2026

Patroli Pos

Mengutamakan Aspirasi Rakyat

Ciptakan Lingkungan Belajar Aman Dan Ramah, Himpaudi Kabupaten Probolinggo Perkuat Pencegahan Bullying Di Lingkungan PAUD

ByPatrolipos

Jan 7, 2026
Share

PROBOLINGGO, PATROLI POS
Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan rutin sekaligus pembinaan Himpaudi se-Kabupaten Probolinggo di Desa Wangkal Kecamatan Gading, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan bullying yang bekerja sama dengan Polsek Gading sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak usia dini.

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Ketua Himpaudi Kecamatan, pengurus Himpaudi Kabupaten Probolinggo, pengurus Himpaudi Kecamatan Gading, pengawas, penilik serta Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Gading.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisah, Kanit Binmas Polsek Gading Aipda Soewondo, petugas SPKT Polsek Gading Aipda Fajar Setiawan serta Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Gading Nurhadi Purwanto.

Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisah menyampaikan sosialisasi pencegahan bullying bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada guru PAUD tentang pengertian bullying, bentuk-bentuknya serta dampak buruknya terhadap perkembangan anak usia dini.

“Kegiatan ini bertujuan agar guru PAUD memahami apa itu bullying, bentuk-bentuk yang mungkin terjadi di lingkungan PAUD, dampaknya bagi anak serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Menurut Siti, guru PAUD memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini serta menangani potensi bullying di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pendidik menjadi sangat penting.

“Harapannya, setelah sosialisasi ini, guru PAUD mampu menangani kasus bullying secara efektif dan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Gading Nurhadi Purwanto menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan lembaga pendidikan.

Advertisements

“Perlu kerja sama antara pendidik, orang tua, aparat kepolisian dan unsur terkait lainnya. Bersama Himpaudi, kita wujudkan pembelajaran yang aman dan nyaman agar tercipta pendidikan anak usia dini yang ramah dan lebih SAE,” ungkapnya.

Dalam sesi sosialisasi, Kanit Binmas Polsek Gading Aipda Soewondo menjelaskan secara rinci mengenai definisi bullying, jenis-jenisnya hingga dampak jangka pendek dan panjang bagi korban.

“Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang kali oleh individu atau kelompok terhadap orang lain yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti atau merendahkan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bullying dapat berbentuk fisik seperti memukul dan menendang, verbal berupa ejekan dan hinaan, sosial seperti mengucilkan dan menyebarkan rumor serta cyber bullying melalui media sosial.

Aipda Soewondo juga mengingatkan dampak serius bullying terhadap anak, mulai dari isolasi sosial, penurunan prestasi akademik, gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi hingga masalah kesehatan fisik.

“Korban bullying sering menunjukkan perubahan perilaku, menjadi pendiam, enggan ke sekolah, prestasi menurun, bahkan mengalami luka yang tidak dapat dijelaskan,” tambahnya.

Ia menegaskan bullying merupakan tanggung jawab bersama. “Setiap tindakan bullying harus segera ditindaklanjuti. Kita semua bertanggung jawab menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif dan saling menghormati,” lanjutnya.

Melalui kegiatan ini, Himpaudi Kabupaten Probolinggo berharap seluruh pendidik PAUD semakin siap menjadi garda terdepan dalam mencegah bullying serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan ramah bagi anak usia dini. (Fahrul Mozza).

Advertisements

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *