PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pelaksanaan Imtihan Wathani tingkat Ulya di Pesantren Zainul Hasan mendapat perhatian dan apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Pesantren tersebut dinilai tidak hanya fokus pada evaluasi akademik santri, tetapi juga konsisten membangun budaya literasi sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan pesantren.

Pesantren Zainul Hasan telah memiliki berbagai sarana pendukung pengembangan literasi santri, antara lain podcast pesantren, perpustakaan santri, serta program literasi santri pesantren. Fasilitas tersebut menjadi ruang ekspresi dan penguatan tradisi intelektual santri di tengah dinamika pendidikan pesantren modern.
Abdul Bahri menyampaikan bahwa tradisi literasi telah mengakar kuat di lingkungan pesantren. Santri yang akan menyelesaikan pendidikannya secara sukarela mewakafkan karya ilmiah, tulisan, bahkan kitab kuning hasil kajian mereka untuk memperkaya koleksi perpustakaan pesantren. “Tradisi ini menjadi ikhtiar menjaga kesinambungan keilmuan dan peradaban pesantren,” ungkapnya.
Pelaksanaan Imtihan Wathani tersebut dipantau langsung oleh Tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, yakni Sudiono, SE, MM, Ketua Tim Seksi PDMA Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), bersama Reza Fauzan Rasmana, SH, Staf Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, pada 09/01/2026. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, lancar, serta sesuai dengan ketentuan dan karakteristik pesantren.

Kehadiran Tim Kanwil disambut baik oleh Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo Ansori, Kepala Pendidikan Diniyah Formal (PDF), KH. Muhammad, Pokja PPS Jawa Timur, serta jajaran dewan pengurus pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Ansori menegaskan pentingnya peran pesantren dalam membangun peradaban generasi muda melalui pendidikan yang adaptif dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa pesantren saat ini terus melakukan pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran dengan beragam inovasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai khas kepesantrenan. “Literasi santri menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Imtihan Wathani ini dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memastikan mutu Pendidikan Diniyah Formal berjalan sesuai regulasi dan standar nasional. Mp/Red**.
