PROBOLINGGO, PATROLI POS
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menggelar kegiatan capacity building bagi personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Bahak Desa Curah Dringu Kecamatan Tongas, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan capacity building ini diikuti oleh 50 personel Damkar Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal karena petugas lainnya tetap disiagakan untuk piket di lima pos Damkar yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons cepat tetap terjaga meski sebagian personel mengikuti kegiatan penguatan kapasitas.
Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyampaikan kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan sekaligus menyelaraskan visi dan pemahaman seluruh personel Damkar mengenai peran strategis mereka dalam pelayanan publik. Damkar bukan hanya bertugas memadamkan kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai kondisi darurat di masyarakat.
“Kegiatan ini kami maksudkan sebagai upaya mengisi ulang energi dan pemahaman, sekaligus menyamakan visi agar seluruh personel benar-benar memahami peran vital Damkar dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Selain aspek pembekalan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan antar personel. Sebab kekompakan dan rasa persaudaraan menjadi modal utama dalam menjalankan tugas yang menuntut kerja tim, kecepatan dan ketepatan di lapangan. Dengan satu visi dan satu semangat, tantangan pelayanan publik diyakini dapat dihadapi dengan lebih baik. “Jika sudah terbentuk satu visi dan satu jiwa, itu akan menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut Taufik menjelaskan peningkatan disiplin serta pembentukan karakter juga menjadi fokus penting dalam capacity building ini. Meskipun kegiatan hanya berlangsung satu hari, program tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mengasah ketahanan fisik, mental dan profesionalisme personel Damkar Kabupaten Probolinggo. “Setidaknya ini menjadi titik awal bagi kami untuk memperkuat ketahanan fisik dan mental, sekaligus membangun sikap profesional dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Menurut Taufik, kesiapan personel Damkar memiliki peran krusial mengingat tugas mereka bersifat siaga selama 24 jam. Oleh karena itu, kondisi fisik yang prima, mental yang kuat serta koordinasi yang solid menjadi syarat mutlak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kepuasan dan keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama.
“Petugas Damkar harus siap dalam kondisi apa pun, baik secara fisik maupun mental. Tujuan akhirnya adalah pelayanan yang cepat, tepat dan memuaskan masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, Satpol PP Kabupaten Probolinggo berencana mengembangkan kegiatan serupa dalam skala yang lebih luas. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menggelar retreat bersama antara personel Damkar dan Satpol PP selama dua hingga tiga hari guna semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi.
“Damkar dan Satpol PP harus terus berjalan beriringan. Satpol PP bertugas mengawal dan mengamankan area. Sementara Damkar fokus pada penanganan teknis di lapangan. Sinergi seperti inilah yang akan terus kami perkuat,” pungkasnya. Rudi/rul.
