• Sen. Mar 9th, 2026

Patroli Pos

Mengutamakan Aspirasi Rakyat

Share

MALANG, PATROLI POS

Ribuan warga Nahdliyin memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, dalam rangka Mujahadah Kubro dan peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama. Kegiatan religius dan kebangsaan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, beserta sejumlah tokoh nasional, ulama, dan jajaran pemerintah daerah, tidak terkecuali perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kasi Bimas Islam dan Kasi Pendidikan Pondok pesantren. Pada Minggu 8/02/2026.

“Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama ini diharapkan menjadi momentum memperkokoh komitmen dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin, sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan umat,  teebukti dengan respon dukungan dari umat kristiani dan semua masyarakat di Malang yang ikut membantu menyediakan  tempat transit dan konsumsi untuk warga NU, ini adalab cermin toleransi dan kerukunan umat”, ungkap Dr. Samsur, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Acara dimulai dengan mujahadah dan do’a bersama yang dipimpin para ulama dan masyayikh Nahdlatul Ulama. Ribuan jamaah yang hadir tampak larut dalam kekhusyukan ditengah malam memanjatkan do’a untuk keselamatan bangsa serta kemaslahatan umat. Mujahadah berlangsung dengan tertib sejak dini hari sampai keesokan harinya, meski sempat diguyur hujan, kegiatan mujahadah tetap berlangsung dengan khusyuk.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran Nahdlatul Ulama yang selama satu abad telah berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat nilai keislaman yang moderat, serta menanamkan semangat persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.

Advertisements

“Setiap kali saya berada di tengah-tengah NU, saya selalu bahagia, saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati Saudara-saudara dan Saudari-saudari sekalian,” ucapnya.

Presiden Prabowo juga mengaku merasakan kuatnya semangat persatuan dan kebersamaan di lingkungan NU. Ia turut menyoroti antusiasme para ibu-ibu NU.

“Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan, saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil. Apalagi tadi, saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini,” imbuhnya.

Presiden juga menegaskan pentingnya sinergi antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan. Ia berharap, momentum satu abad NU menjadi tonggak penguatan peran organisasi keagamaan dalam membangun peradaban yang damai, berkeadilan, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua PWNU jawa timur menyampaikan bahwa Mujahadah Kubro ini merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus refleksi perjalanan panjang NU dalam mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah” ungkap Kyai yang akrab dengan panggilan Gus Kikin ini. ( INF/Red**).

Advertisements

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *