• Sab. Feb 14th, 2026

Patroli Pos

Mengutamakan Aspirasi Rakyat

Kepala Kemenag Probolinggo Tekankan Kesiapan Spiritual Dan Disiplin Jemaah Dalam Manasik Haji Di Era Kemenhaj

ByPatrolipos

Feb 13, 2026
Share

PROBOLINGGO, PATROLI POS

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, memberikan materi manasik haji kepada calon jemaah haji dengan menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, baik spiritual, fisik, administratif, maupun mental, terutama pasca pengelolaan haji berada di bawah Kementerian Haji (Kemenhaj).

Saat menjadi narasumber Manasik Haji Terintegrasi Bagi Calon Jemaah Haji Kecamatan Tiris Krucil, Jumat (13/2/2026).

Dalam paparannya, Pria yang tahun 2025 lalu sebagai pembimbing jemaah haji Indonesia tersebut menjelaskan bahwa kesiapan jemaah tidak hanya dimulai saat keberangkatan, tetapi sejak tahap pra-embarkasi. Ia menegaskan bahwa pemahaman manasik menjadi fondasi utama agar ibadah berjalan sesuai rukun, wajib, dan sunnah haji.

“Manasik bukan sekadar teori, tetapi panduan praktik agar jemaah mandiri, disiplin, dan fokus pada kesempurnaan ibadah,” tegasnya.

Kesiapan Spiritual dan Fisik Jadi Prioritas

Pada tahap pra-embarkasi, Kepala Kemenag menguraikan pentingnya pemantapan niat, taubat nasuha, memperbanyak istighfar, serta membiasakan bacaan talbiyah dan doa safar. Selain itu, jemaah juga diminta menjaga kondisi fisik melalui pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, olahraga ringan seperti jalan santai (simulasi jalan cepat/Rockport), serta menjaga pola makan sehat, khususnya bagi jemaah lansia.

Di sisi administrasi, kelengkapan dokumen seperti paspor, visa, dan surat kesehatan harus dipastikan tuntas. Jemaah juga diimbau melakukan pengepakan barang secara efisien, membawa perlengkapan ihram, obat-obatan pribadi, sandal nyaman, serta kebutuhan ibadah secukupnya.

Tradisi sosial seperti walimatus safar dan ziarah kubur disebut sebagai bagian dari penguatan spiritual dan refleksi diri sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Layanan Terpadu di Embarkasi

Dr. Samsur menjelaskan bahwa di embarkasi, jemaah akan mendapatkan layanan satu atap (one stop service) meliputi pembagian dokumen perjalanan, gelang identitas, hingga living cost. Pemeriksaan kesehatan akhir juga dilakukan guna memastikan kesiapan fisik dan mental.

Advertisements

Selama di asrama haji, jemaah memperoleh akomodasi dan konsumsi tiga kali makan serta makanan ringan. Layanan bagasi ditangani petugas, termasuk fasilitas khusus bagi jemaah lansia untuk meminimalisasi kelelahan.

Bimbingan manasik pemantapan juga kembali diberikan di embarkasi untuk menyegarkan pemahaman jemaah. Khusus gelombang kedua dengan tujuan Jeddah, jemaah diimbau mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi guna mempercepat proses di Bandara King Abdul Aziz.

Disiplin dan Ibadah Selama Penerbangan

Dalam sesi materi, Kepala Kemenag juga menguraikan layanan selama penerbangan. Jemaah mendapatkan dua kali makan dan satu kali makanan ringan, serta pendampingan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Beberapa maskapai juga menyediakan konten keagamaan seperti ceramah dan murottal Al-Qur’an.

Ia mengingatkan jemaah untuk memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, serta melaksanakan salat jama’ qashar di kursi pesawat. Jemaah juga diminta menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, peregangan ringan, menggunakan masker dan hand sanitizer, serta mematuhi tata tertib penerbangan.

Tertib di Bandara dan Responsif terhadap Kesehatan

Setibanya di bandara Arab Saudi, jemaah harus mengikuti prosedur pemeriksaan keamanan, mengelola barang bawaan sesuai ketentuan, serta tetap menjaga kondisi fisik dengan cukup minum dan beristirahat.

Dr. Samsur mengingatkan agar jemaah segera melapor kepada petugas kloter atau tim kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Disiplin, tertib, dan saling menjaga menjadi kunci keberhasilan ibadah haji. Dengan pengelolaan yang kini berada di bawah Kemenhaj, kita berharap layanan semakin profesional, namun kesiapan pribadi tetap menjadi faktor utama,” pungkasnya.

Melalui materi manasik ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji Kabupaten Probolinggo memiliki pemahaman yang komprehensif serta kesiapan optimal dalam menjalankan ibadah haji secara mandiri, aman, dan mabrur.

Tagline haji tahun ini; “Haji ramah lansia, disabilitas dan perempuan” Kita berharap semoga berjalan lancar, sukses dan mabrur, tutupnya.(Mp/Red**).

Advertisements

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *