PROBOLINGGO, PATROLI POS
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin didampingi Pj Sekda Rey Suwigtyo menghadiri doa bersama Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama unsur maritim yang digelar di halaman Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo (KSOP), Kamis (12/2) sore.
Kegiatan yang diikuti Forkopimda, unsur maritim, mulai dari KSOP, TNI AL, Polairud, Syahbandar, tenaga kerja pelabuhan, hingga perwakilan perusahaan pelayaran dan bongkar muat itu, dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas di sektor maritim yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi.
Seperti yang disampaikan Kepala KSOP IV Probolinggo, I Gusti Agung Komang Arbawa, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antar instansi dan jajaran terkait dalam mewujudkan budaya kerja yang aman dan sehat. Setiap aktivitas maupun kegiatan yang dilakukan di pelabuhan ini diyakini sesuai dengan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama. Dan tentunya kami juga diberikan amanah dalam melakukan pengawasan-pengawasan kegiatan yang ada di pelabuhan khususnya yang ada di perairan, terlebih terhadap beberapa kejadian-kejadian kami harapkan mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi. Melalui doa bersama ini semoga kita selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Menurut Kepala KSOP, dengan sinergi dan komitmen yang kuat dapat meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman serta produktif kedepannya. Doa bersama ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan pelayaran dan kesejahteraan para pekerja. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan pengawasan dalam setiap aktivitas operasional.
Sementara itu, Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan pentingnya penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja secara disiplin di seluruh lini aktivitas maritim dapat dilaksanakan sesuai dengan SOP yang ada.
Pihaknya menilai, pelabuhan dan perairan Probolinggo merupakan urat nadi perekonomian daerah, dengan unsur aktivitas di dalamnya yang melibatkan aktivitas bongkar muat, pelayaran, perikanan serta distribusi logistik di nilai dapat menjadi terjadinya risiko kecelakaan kerja.
“Keselamatan dan kesehatan kerja tentunya bukan suatu pilihan namun sudah menjadi sebuah keharusan. Tentunya dengan adanya urusan ini kami ingin memberikan dampak yang lebih positif sebagai pintu gerbang bagi pemerintah kota untuk turut serta dalam kegiatan-kegiatan di pelabuhan ini. Dengan harapan untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah yang notabene juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dokter Aminuddin.
Pemkot Probolinggo juga berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan instansi vertikal, aparat keamanan serta para pelaku usaha dalam memajukan Pelabuhan Probolinggo ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang aman, tertib dan berdaya saing.
“Sinergi yang terjalin baik menjadi kunci dalam mewujudkan pelabuhan yang modern, profesional serta menguatkan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai budaya utama,” imbuh wali kota. Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama dan pemberian santuan terhadap anak yatim sebanyak 60 anak. (Fahrul Mozza).
