Probolinggo, Patrolipos
KKN Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar sosialisasi UMKM di Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tunggak Cerme, Musta’in, Perangkat Desa, Bidan Desa, ibu-ibu Kader desa Tunggak Cerme.
Dalam penyampaiannya, Hidayah Muhammad selaku ketua KKN Tunggak cerme 151 mengungkapkan kalau daun kelor pada umumnya merupakan daun yang sering digunakan sebagai pakan ternak ataupun dimasak menjadi sayur bening.

“Siapa sangka tanaman kelor memiliki beragam kandungan nutrisi yang apabila diolah menjadi makanan yang lezat, dan lebih menariknya dapat membantu pencegahan stunting pada balita,” lanjut Hidayah.
Mahasiswa KKN UINSA Surabaya melakukan inovasi produk olahan daun kelor di Desa Tunggak Cerme sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penurunan angka stunting.
“Sesuai dengan tema UMKM Produk Halal yang diberikan yakni pencegahan stunting, kami memanfaatkan daun kelor yang melimpah ruah untuk diolah menjadi makanan tambahan yang sehat guna mendukung pencegahan stunting. Agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi, melakukan inovasi untuk mengolah daun kelor menjadi Nugget Kelor, Stik Kelor, dan Teh Kelor,” jelas Hidayah Muhammad.
Kelor yang memiliki nama latin Moringa oleifera ini mengandung protein yang dua kali lebih banyak dari yogurt, kandungan potasium yang tiga kali lebih banyak dari pisang, dan kandungan vitamin A empat kali lebih banyak dari wortel sehingga sangat penting untuk dikonsumsi balita dalam memenuhi kebutuhan vitamin untuk mencegah stunting.
“Kegiatan pembuatan dan pembagian Produk Kelor ini menyasar masyarakat yang memiliki anak balita di rumah. Selain membagikan nugget kelor, ini juga bentuk upaya pencegahan stunting melalui pengolahan daun kelor menjadi nugget kelor, stik kelor, dan teh kelor,” ujarnya.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
