Probolinggo, Patrolipos
Upaya meminimalisir kesenjangan akibat faktor ekonomi dikalangan masyarakat direalisasikan Pemerintah Kecamatan Tongas dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) Gerekan Serentak Eselon Peduli Kemiskinan Ekstrem (Gesek Ekstrem) Bertempat di Kantor Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Rabu (07/02/24)
Dalam Kegiatan yang di Fasilitasi oleh OPD Terkait yaitu Inspektorat Kab Probolinggo dan RS Tongas dihadiri oleh Plt Inspektur Daerah Santiyono SE. Mm. dan Dirut RS Tongas drg. Wahyuningsih dengan diikuti oleh Camat Tongas Rochmad Widiarto, Danramil 0820/05 Tongas. Kapt. Arh Khaerudin, Kapolsek Tongas. AKP Mugi, SH, PLKB, pendamping PKH, Ka Puskesmas, Kepala Desa, BPD dan Operator Desa se-Kecamatan Tongas.

Sosialisasi Gesek Ekstrem ini merupakan sebuah inovasi Pemerintah Kab. Probolinggo dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem (P3KE) yang sumber datanya dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang kemudian diolah oleh Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo melalui aplikasi Sasmita. Nanti akan dijelaskan secara rinci bagaimana cara memverifikasinya. Hari ini datanya sudah di serahkan ke kepala desa dan kasi kesra,”
Camat Tongas, Rochmad Widiarto, dalam sambutannya menerangkan, seluruh desa untuk melaksanakan verval P3KE bersama seluruh pihak terkait. Adapun tujuannya untuk memastikan bahwa sasaran P3KE tahun 2024 adalah benar-benar yang sudah tervalidasi oleh pemerintah desa dan diputuskan bersama Tim dalam Musdes, kemudian hasilnya disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk diajukan perbaikan data ke Tingkat Pusat.
“Demikian seterusnya hingga update-nya sampai akhir Desember 2024 harapannya angka kemiskinan ekstrem dapat diturunkan serendah-rendahnya dengan target 0%. Nanti kita lihat Kecamatan Tongas dari hasil verifikasi dan validasi. Di tahun 2024 diharapkan 0%. Kita masih menunggu hasil update dari BPS dan mudah-mudahan akhir tahun 2023 kemarin desa sasaran P3KE tinggal 2,5 persen sehingga bisa kita tuntaskan di akhir 2024,” jelas Santiyono, Plt. Inspektur Kab. Probolinggo.
Hal senada disampaikan oleh Roy selaku Narasumber dari Bapelitbangda Kab. Probolinggo yaitu, Strategi harus dibangun bersama-sama dari desa, kecamatan dan kabupaten dengan menetapkan sasaran yang valid, karena kalau sasarannya tidak valid dan tidak tepat sasaran maka programnya akan tidak tepat sasaran. Adapun cara untuk menetapkan sasaran yang valid dilakukanlah Musdes (musyawarah desa) di tingkat desa yang teragendakan pendampingan oleh Tim Kabupaten pada saat pengesahannya. Sebab kepala desa, perangkat desa, RT, RW dan tokoh-tokoh yang ada di desa yang tahu persis bagaimana kondisi keseharian nama-nama yang ada dalam data P3KE apakah layak masuk dalam data atau layak untuk dihapus”
“Ketepatan verval data itu menggunakan aplikasi SASMITA oleh Bapelitbangda yang bisa secara online dan langsung diakses oleh Operator Desa dan Kecamatan by name by address untuk menentukan KPM yang menjadi sasaran lengkap dengan biodata dan kondisi di lapangan, Itulah impian kita bersama untuk memastikan bahwa sasaran P3KE telah memenuhi syarat tepat sasaran.” ujar Roy.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
