PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) menggelar agenda penting di Kecamatan Gading.
Kegiatan yang berpusat di SDN 1 Wangkal pada Kamis (19/06/2025) ini mencakup dua agenda utama: Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tunjangan Profesi Guru (TPG) Semester Ganjil TP 2025/2026, serta Workshop Transformasi Pendidikan melalui metode Deep Learning bagi Guru PAI (GPAI) penerima TPG jenjang Sekolah Dasar Se Kecamatan Gading..
Pada kesempatan tersebut hadir Dr. Samsur, S.Ag., M.Pd.I (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo) di damping Moch. Sugianto, S.Kom (Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Probolinggo). Hadir juga Hari Cahyono, S.E., M.M (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo), Eksi Wulandari, S.H., M.M (Kabid Ketenagakerjaan), Nurhadi Purwanto, S.Pd, MM (Korwil Bidikdaya Kecamatan Gading) dan Nur Hidayati, S.Ag, M.Pd.I (Pengawas PAIS Kecamatan Gading)

Penekanan pada Profesionalisme Guru
Dalam sambutannya, Kasi PAIS Moch. Sugianto menegaskan bahwa profesionalisme adalah harga mati bagi pendidik. Menurutnya, guru PAI memiliki peran sentral sebagai arsitek karakter peserta didik di sekolah.
“Kemenag berkomitmen penuh memberikan dukungan bagi para guru PAI. Melalui monev berkala ini, kami ingin memastikan kompetensi guru terus meningkat sehingga kualitas pembelajaran agama Islam di Kabupaten Probolinggo semakin baik,” ujar Sugianto.

Adaptasi Teknologi dan Karakter di Era Digital
Senada dengan hal tersebut, Pengawas PAI Kecamatan Gading, Nur Hidayati, menyoroti tantangan guru di era digital. Ia menekankan bahwa guru saat ini tidak hanya bertugas mengajar secara konvensional, tetapi juga harus menjadi fasilitator literasi digital.
“Guru harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu yang kuat. Bukan sekadar mahir menggunakan alat, tapi juga menanamkan etika, tanggung jawab, dan kesadaran dampak sosial teknologi kepada siswa,” jelas Nur Hidayati.
Ia juga berharap agar melalui workshop Deep Learning ini, para guru dapat melaksanakan tugasnya dengan pemahaman yang lebih mendalam, sehingga proses transformasi pendidikan dapat berjalan efektif dan relevan dengan perkembangan zaman. Red**.
