PROBOLINGGO, PATROLI POS
Di tengah arus digitalisasi pendidikan yang kian deras, peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kini berada di persimpangan jalan antara menjaga nilai-nilai spiritual tradisional dan tuntutan administrasi modern. Fenomena ini menjadi benang merah dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi pendidik PAI jenjang SMA dan SMK se-Kabupaten Probolinggo yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.
Kantor Kementerian Agama Kab.Probolinggo, melalui seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi pemeriksaan berkas Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 1/Ganjil TP 2025/2026 di jenjang SMA dan SMK yang di laksanakan pada Rabu (24/12/2025) yang di tempat kan di SMAN 1 Maron.
Masa libur sekolah tidak menyurutkan Peserta Kegiatan Monev TPG yang di ikuti guru PAI Penerima Tunjangan Profesi di jenjang SMA dan SMK pada Se Kabuapten Probolinggo.
Hadir Team monev TPG tersebut diantara Kasi PAIS Kemenag Kab.Probolinggo, Moh.Sugianto, S.Kom, Analis Mutu Akademik Naserussani Emayanti, S.A.P, Pengadministrasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Hermawan, Muhammad Imron Rosadi, Ketua Pokjawas PAI Asbi Amrullah, S.Ag, M.Pd, Pengawas PAI Zainullah M.Pd,I,
Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat akan muatan teknis ini menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi bagi ratusan guru agama di wilayah tersebut.

Garda Terdepan dan Filosofi Syukur
Membuka jalannya acara, Asbi Amrullah, Ketua Pokjawas PAI Kabupaten Probolinggo, memberikan paparannya yang menyentuh sisi spiritual para pendidik. Ia menegaskan bahwa profesi guru agama bukanlah sekadar pekerjaan administratif, melainkan sebuah misi peradaban.
Asbi Amrullah mengajak para guru untuk menundukkan hati dan memperbanyak syukur. Menurutnya, nikmat terbesar bukanlah pada nominal tunjangan yang diterima, melainkan pada kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa.
“Bapak dan Ibu adalah garda terdepan. Saat dunia digital menawarkan berbagai arus informasi yang tak terbendung, guru PAI-lah yang menjadi penyaring (filter) utama bagi sikap dan akhlak siswa. Kita tidak hanya mengajar teks, tapi membangun konteks karakter. Karena itu, meningkatkan kompetensi secara rutin bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral,” ujar Asbi Amrullah.
Dalam kesempatan tersebut, Asbi juga menunjukkan sikap kerendahhatian birokrasi dengan menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para guru. Ia menyadari bahwa dalam menjalankan fungsi kepengawasan, seringkali terdapat ketegasan yang mungkin dirasa kurang berkenan. Namun, ia menekankan bahwa semua itu dilakukan demi menjaga marwah profesi dan memastikan standar kualitas pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo tetap berada pada level tertinggi.

Ekosistem Digital dan Inovasi Masa Depan
Kasi Pais Moh. Sugianto membawa audiens melihat gambaran besar pendidikan agama Islam di masa depan. Ia mendorong para guru untuk tidak hanya terpaku pada rutinitas mengajar, tetapi aktif dalam ekosistem digital yang telah dibangun Kemenag, seperti Smart Religion Center (SRC).
“Kita punya banyak agenda besar ke depan. Ada Piloting program baru, penguatan ekstrakurikuler melalui Rohis, hingga ajang kreativitas seperti Gema Cerdas Islami (GCI) dan PAIS Fair. Semua ini membutuhkan koordinasi yang solid antara Seksi PAIS dengan forum FKGPAI (Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam),” tambahnya.
Ia berharap melalui forum NGOPAI yang rutin diadakan secara daring, guru-guru di pelosok Kabupaten Probolinggo dapat memiliki kualitas yang setara dengan mereka yang di kota besar. Inovasi melalui bimbingan teknologi (bimtek) dan zoom meeting harus dipandang sebagai jembatan untuk memperkecil kesenjangan kompetensi.

Akun SIAGA: Instrumen Transparansi dan Integritas
Dilanjutkan dengan pemaparan tentang dua aplikasi yang wajib di miliki oleh Guru Pendidikan Agama Islam yaitu EMIS 4.0 dan SIAGA yang di sampaikan Pengadministrasi Tenaga Pendidik dan Pendidikan Hermawan, agar terdata di data base Kementerian Agama. Emis 4.0 adalah aplikasi yang akan mengintegrasikan sistem informasi dan data pendidikan Islam yang menjadi dasar kebijakan dan sumber informasi data publik. Data pendidikan menjadi kunci dalam peningkatan mutu layanan pendidikan dalam binaan Kemenag.
Ketersediaan data yang akurat dan akuntabel akan menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan yang tepat, perencanaan strategis, dan pelaksanaan program-program publik, sehingga kualitas data memiliki peranan yang sangat penting, Kementerian Agama dengan dicanangkannya program prioritas Menteri Agama di bidang transformasi digital layanan keagamaan, Kemenag terus berupaya menyempurnakan sistem pengelolaan data pendidikan agama dan keagamaan yang dikenal dengan Education Management Information System 4.0 (EMIS 4.0). Data pendidikan yang disajikan melalui EMIS 4.0 diharapkan dapat dijadikan acuan utama dalam pengambilan kebijakan pembangunan pendidikan agama dan keagamaan sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Secara detail, Hermawan menguraikan beberapa aspek krusial dalam akun SIAGA yang sering menjadi kendala di lapangan:
Validitas Jadwal dan Tugas Tambahan: Guru diminta untuk memastikan bahwa rasio beban kerja yang diinput sesuai dengan SK pembagian tugas dari kepala sekolah. Ketidaksesuaian data dapat menyebabkan sistem menolak verifikasi TPG.
Pemutakhiran Portofolio Berkelanjutan: Setiap sertifikat pelatihan, baik dari program NGOPAI (NGObrol Pendidikan Agama Islam) maupun bimbingan teknis lainnya, harus segera diunggah. Hal ini menjadi bukti fisik bahwa guru tersebut terus melakukan pengembangan diri.
Disiplin Verval (Verifikasi dan Validasi): Hermawan menekankan pentingnya ketepatan waktu. Keterlambatan satu orang dalam melakukan update data di akun SIAGA dapat berdampak pada proses kolektif di tingkat kabupaten.
Fitur Absensi dan Kinerja: Akun SIAGA kini lebih terintegrasi untuk memantau kehadiran dan keaktifan guru, yang menjadi dasar utama akuntabilitas pembayaran tunjangan profesi.

Harapan dan Komitmen Bersama
Kegiatan monev ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dinamis, di mana para guru berbagi kendala teknis yang dihadapi di sekolah masing-masing. Namun, benang merah dari pertemuan ini tetap satu: komitmen untuk konsisten menjalankan tugas sesuai kewajiban dan selalu tepat waktu dalam setiap pelaporan.
Dengan penguatan pada aspek spiritual oleh pengawas dan ketegasan administratif oleh Kepala Seksi PAIS, Kemenag Kabupaten Probolinggo optimistis bahwa guru-guru PAI SMA/SMK di wilayahnya akan mampu bertransformasi menjadi pendidik yang modern tanpa kehilangan jati diri sebagai penuntun moral bangsa. (IR/Red**)
