PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pengurus Cabang (Pengcab) Perbakin Kota Probolinggo menunjukkan dedikasi luar biasa. Meski sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, semangat mereka tidak surut untuk melakukan sosialisasi dan penjaringan atlet muda melalui program “go to school”.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu sore (15/3/2026) di lapangan SMK Negeri 2 Kota Probolinggo ini menjadi momentum penting. Tak hanya untuk mempererat solidaritas internal, tetapi juga sebagai langkah konkret memetakan jalur prestasi bagi para penembak muda di Kota Probolinggo.

Dipandu oleh Satiman dan tim pelatih Perbakin, sesi pelatihan dan penjaringan atlet berlangsung intensif namun tetap edukatif.
Ketua Perbakin Kota Probolinggo, Saiful Iman, menekankan bahwa olahraga menembak memiliki filosofi mendalam. Menurutnya, esensi olahraga ini jauh lebih luas daripada sekadar menarik pelatuk senjata.
“Kami membangun fondasi pada ketenangan dan kedisiplinan. Lewat latihan bersama ini, instruktur senior dan atlet pelajar bisa berdiskusi tanpa sekat, berbagi teknik pernapasan hingga manajemen fokus,” ungkap Saiful.
Menyadari bahwa bibit unggul seringkali tersembunyi di bangku sekolah, Perbakin secara resmi mengumumkan rencana sosialisasi masif ke lembaga pendidikan. Langkah progresif ini diambil melalui tiga pilar utama:
Identifikasi Dini: Menemukan talenta muda yang memiliki bakat alami dalam aspek konsentrasi dan akurasi.
Profesionalisme: Memperkenalkan standar keamanan internasional (safety gun handling) dalam penggunaan senjata olahraga sejak dini.
Prestasi Daerah: Mempersiapkan delegasi tangguh untuk mewakili Kota Probolinggo di ajang Porprov maupun kejuaraan nasional.
Kini, Perbakin Kota Probolinggo bertransformasi menjadi wadah yang lebih inklusif. Kesan bahwa menembak adalah olahraga “mahal” atau “eksklusif” perlahan dikikis melalui pendekatan yang lebih merakyat dan edukatif.
“Visi kami jelas: menjadikan menembak sebagai olahraga prestasi yang profesional namun tetap mengedepankan keamanan. Kami ingin memberikan kontribusi positif bagi karakter pemuda di daerah ini,” pungkas Saiful Iman.
Dengan kekompakan pengurus dan semangat “jemput bola”, masa depan olahraga menembak di Kota Probolinggo diprediksi akan semakin bersinar dengan lahirnya wajah-wajah baru di podium juara. (Ari Bejjo)
