PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kali ini, dua siswa dari SMKN 1 Kraksaan, yakni Ahmad Fauzan dan Siti Mutmainnah, resmi melaksanakan PKL selama dua bulan di lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo, Rabu 01/04/206.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi siswa melalui pengalaman kerja langsung di instansi pemerintah. Dalam pelaksanaannya, para siswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas administrasi dan layanan keagamaan, sehingga dapat memahami secara nyata sistem kerja birokrasi sekaligus mengasah keterampilan profesional.
Perwakilan Kemenag Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ansori S.Ag, M.Pd.I, M.Sy. serta Penyelenggara Hindu Sukarianto, S.Ag. menyambut baik kehadiran para siswa PKL tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara Kemenag dan lembaga pendidikan kejuruan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fauzan dan Siti Mutmainnah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo yang dalam hal ini diwakili oleh Kasi PD Pontren dan Penyelenggara Hindu atas kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan PKL.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan oleh Kemenag Kabupaten Probolinggo. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk belajar langsung di dunia kerja,” ungkap keduanya.
Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berpesan agar para siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama PKL dapat menjadi bekal nyata saat kembali ke sekolah.
“Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dan mampu memotivasi untuk terus belajar serta melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pesannya.
Program PKL ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja, tetapi juga menjadi wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul, profesional, dan berakhlak. (Mp/Red**).
