PONOROGO, PATROLI POS
Jalur penghubung utama yang melintasi Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, kembali dilanda bencana tanah longsor pada Rabu pagi (15/04/2026). Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam terakhir, menyebabkan tebing di pinggir jalan raya ambrol dan menutup akses lalu lintas.
Berdasarkan laporan dari lapangan, material longsor berupa tanah dan bebatuan menutupi seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua sempat tidak dapat melintas. Kondisi geografis Desa Selur yang berada di kawasan pegunungan memang menjadikannya salah satu titik paling rawan dalam peta bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.
Kronologi dan Dampak Hujan lebat yang turun sejak siang hari mengakibatkan struktur tanah di lereng tebing menjadi jenuh dan labil. Sekitar pukul 02.00 dini hari tebing setinggi belasan meter runtuh ke arah jalan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun mobilitas warga dan logistik antar wilayah menjadi terhambat secara signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari BPBD Ponorogo bersama warga setempat dan unsur TNI-Polri sedang berupaya melakukan pembersihan manual sambil menunggu kedatangan alat berat ke lokasi. Pihak otoritas terkait juga telah memasang tanda peringatan agar pengguna jalan mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan.
Himbauan Kewaspadaan Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG masih berlaku hingga pertengahan April 2026. Wilayah seperti Ngrayun, Pulung, dan Ngebel menjadi fokus pengawasan utama karena tingginya frekuensi pergeseran tanah belakangan ini.
Bagi pengendara yang hendak melintasi jalur selatan Ponorogo, disarankan untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi atau radio komunikasi guna memastikan keamanan jalur sebelum melakukan perjalanan. (Sukamto).
