PROBOLINGGO, PATROLI POS
Ratusan aktivis dan pemerhati pendidikan menghadiri kegiatan “Penguatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam Pendampingan Siswa di Era Digital” yang digelar di Auditorium MA Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo. Rabu 15/4/2026.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru BK dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital yang semakin kompleks, khususnya dalam membina karakter, kesehatan mental, dan perkembangan sosial peserta didik.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Aliyah, para Kepala Madrasah Aliyah se-Kabupaten Probolinggo, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Muhammad As’adi, bersama sejumlah stakeholder pendidikan lainnya. Turut hadir mewakili pengasuh, Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, Dr. KH. Najiburrahman, M.A., Kepala MAN Pajarakan Dr. Ahmad Zamroni, serta pengawas madrasah Abdul Aziz.
Dalam sambutannya, Dr. Samsur menegaskan bahwa peran guru BK tidak lagi sebatas menangani siswa bermasalah, tetapi menjadi pilar utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter. Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, guru BK dituntut untuk lebih proaktif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika yang dihadapi siswa.
“Guru BK adalah garda terdepan dalam menjaga kesehatan mental dan moral peserta didik. Mereka bukan hanya konselor, tetapi juga pendamping, motivator, sekaligus sahabat bagi siswa dalam menghadapi berbagai persoalan, baik akademik, sosial, maupun personal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa pesan penting kepada para guru BK. Pertama, pentingnya meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, terutama dalam memahami isu-isu kekinian seperti kecanduan gadget, cyberbullying, hingga krisis identitas di kalangan remaja. Kedua, guru BK harus mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai media layanan konseling yang efektif dan relevan dengan generasi saat ini.
Ketiga, Dr. Samsur juga menekankan pentingnya kolaborasi. “Guru BK tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan wali kelas, kepala madrasah, orang tua, serta pihak terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan dalam pendampingan siswa,” tegasnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Prof. Dr. H. Hasan Baharun, Dr. Agus Sulthani, serta psikolog Lailatul Fitriyah, S.Psi., M.Si. Ketiganya memaparkan berbagai strategi dan pendekatan dalam pendampingan siswa, mulai dari aspek psikologis, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi digital secara bijak.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan peran guru BK dalam menghadapi problematika siswa di era digital, teknik konseling yang adaptif, serta pentingnya pendekatan humanis dalam membangun hubungan dengan peserta didik.
Peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar dan diskusi interaktif. Selain mendapatkan wawasan baru, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antar praktisi pendidikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para guru BK semakin profesional, inovatif, dan berdaya dalam menjalankan tugasnya. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal di era digital. (Mp/Red**).
