PROBOLINGGO, PATROLI POS
Penguatan karakter religius dan tertib administrasi menjadi fokus utama bagi para pendidik agama di Kabupaten Probolinggo. Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) jenjang SMK Negeri dan Swasta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis di Aula Sabha Nusantara SMKN 2 Kraksaan pada Selasa (21/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi harmonisasi kebijakan antara Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Probolinggo dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo.
Kepala Cabdin Wilayah Probolinggo, Slamet Goestiantoko, M.Si, dalam arahannya menekankan bahwa Guru PAI adalah garda terdepan dalam menjaga etika siswa di tengah arus informasi yang tak terbendung. “Pondasi keagamaan bukan sekadar kurikulum, melainkan prioritas utama untuk membentengi siswa dari penurunan moral. Guru PAI beruntung karena berada di bawah naungan dua instansi sekaligus, yang berarti perhatian terhadap kesejahteraan dan kompetensi mereka pun berlipat ganda,” ujar Slamet.
Dari sisi administratif, Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Probolinggo, Moch. Sugianto, S.Kom, menyoroti pentingnya sinkronisasi data ke Pusdatin. Dan mengingatkan bahwa kelalaian kecil dalam input data dapat berdampak fatal pada hak-hak guru.
Fokus Utama nya Validitas akun EMIS dan SIAGA dengan tujuan memastikan kelancaran tunjangan profesi dan administrasi kepegawaian tanpa kendala sistem. Dan GPAI diminta proaktif melakukan pembaruan data secara berkala sesuai dengan realita di lapangan.

Puncak acara ditandai dengan prosesi serah terima jabatan pengurus MGMP PAI SMK Kabupaten Probolinggo. Momen ini menjadi simbol keberlanjutan organisasi dalam mengawal profesionalisme guru agama. Yang semula di Ketuai oleh Khoirul Amin kepada Ketua MGMP PAI SMK yang baru Abdurrahim.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan, pengurus baru menyerahkan cinderamata kepada Khoirul Amin. Acara yang juga dihadiri oleh Kepala SMKN 2 Kraksaan, Rr. Herlina Wulansari, S.Pd, MM, serta Ketua Pokjawas PAI, Asbi Amrullah, ini ditutup dengan sesi diskusi teknis bersama Operator PAIS, Hermawan, guna membedah kendala sistem yang kerap dihadapi para guru di lapangan.
Melalui sinergi ini, diharapkan Guru PAI SMK se-Kabupaten Probolinggo tidak hanya unggul dalam memberikan bimbingan spiritual kepada siswa, tetapi juga tertib secara administrasi demi mendukung program transformasi pendidikan nasional. (Red**).
