30 April 2026 15:22 WIB
JAKARTA, PATROLI POS
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meminta masyarakat selalu mewaspadai informasi menyesatkan dan provokasi tersebar di berbagai media sosial yang dapat menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta, Kamis.
Dudung mengatakan bahwa saat ini di beragam media sosial dapat ditemukan berbagai konten dengan bahasa provokasi yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
“Oleh karenanya mari mata, telinga kita, kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif.
Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan,” kata Dudung. Dan mengatakan bahwa kewaspadaan sangat diperlukan secara khusus di era “post truth” yaitu kebohongan dapat dipercaya sebagai kebenaran jika disampaikan secara terus menerus. “Oleh karenanya waspada dengan setiap informasi-informasi itu,” ujarnya.
Dia menyoroti bahwa perang informasi juga terus dilakukan di untuk melemahkan secara internal.
Dudung memberikan contoh seperti apa yang terjadi di Venezuela, sebelum Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan dan menangkap Nicolas Maduro sempat terjadi ketegangan di dalam negeri yang menyebabkan tidak ada perlawanan ketika hal itu terjadi.
Melihat kondisi yang terjadi di berbagai negara lain itu, dia kembali menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Di mana Indonesia sudah memiliki moto bangsa yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tapi satu jua.
“Ada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus kita tetap pelihara, menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme, kekeluargaan, dan nasionalisme. Ini nilai-nilai luhur bangsa kita,” ujar Dudung Abdurachman.
Editor: JMart
Copyright © PATROLIPOS 2026
