PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pembangunan Hotel Azana Style Probolinggo resmi dimulai melalui prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jumat (8/5/2026). Kehadiran hotel bintang empat tersebut diyakini menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan investasi, sektor pariwisata hingga pembukaan lapangan kerja di Kabupaten Probolinggo.
Acara groundbreaking dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ. Prosesi dimulai dengan pemotongan tumpeng dan penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya pembangunan hotel yang akan berdiri di pusat pemerintahan Kabupaten Probolinggo.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Direktur Bina Indo Grup Ekao Saputra Wijaya, Vice Director Operation Azana Hospitality Ardi Mali, Irjen Pol Agus Djaka Santoso, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Hafidzul Hakim Noer, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH Moh. Zuhri Zaini serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyambut positif groundbreaking Hotel Azanah Style di Kecamatan Kraksaan sebagai momentum penting bagi pertumbuhan Ekaonomi daerah. Pembangunan hotel tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kepercayaan investor terhadap perkembangan Ekaonomi Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah, tentunya saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengucapkan selamat. Saya berharap ini bukan sekadar groundbreaking, tetapi menjadi tanda bahwa Kraksaan siap tumbuh, Ekaonomi berjalan dan menyambut masa depan,” katanya.
Bupati Haris menegaskan, hadirnya hotel pertama di Kecamatan Kraksaan itu menjadi monumen baru yang menunjukkan meningkatnya optimisme investor terhadap potensi Ekaonomi daerah. Diharapkan keberadaan hotel tersebut nantinya mampu memberikan dampak nyata terhadap perputaran Ekaonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kraksaan sebagai pusat kota Kabupaten Probolinggo.
“Ini bukan sekadar bangunan hotel, karena ini pertama kali di Kraksaan. Ini adalah bentuk monumen kepercayaan investor terhadap perputaran Ekaonomi yang ada di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati Haris juga mengapresiasi pengembang dan pemilik proyek yang merupakan putra daerah. Hal itu menjadi nilai positif dalam mendukung pengembangan konsep halal tourism di Kabupaten Probolinggo yang dikenal memiliki banyak pondok pesantren.
“Kami bersyukur karena pengembang dan owner-nya juga putra daerah. Ini bisa menjadi support untuk pengembangan halal tourism, karena daerah sini memang basis pesantren,” lanjutnya.
Bupati Haris berharap pembangunan hotel dapat selesai dalam waktu satu tahun sehingga segera memberikan kontribusi terhadap peningkatan Ekaonomi daerah. Selain itu, ia optimistis proyek tersebut dapat memicu tumbuhnya investasi lain di Kecamatan Kraksaan.
“Saya berharap setelah ini restoran dan sektor lainnya juga bisa tumbuh. Orang-orang mulai berani menginvestasikan sesuatu di Kecamatan Kraksaan. Ini semoga menjadi awal yang baik,” tambahnya.
Sementara Direktur Bina Indo Grup Ekao Saputra Wijaya menargetkan pembangunan hotel bintang empat di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ini dapat selesai dalam waktu 12 bulan. Hotel tersebut dirancang dengan konsep modern kontemporer dan diharapkan menjadi salah satu penunjang pertumbuhan Ekaonomi daerah.
“Hotel yang akan dibangun ini memiliki tujuh lantai di atas lahan seluas sekitar 5.500 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 9.878 meter persegi. Keberadaan hotel berbintang di wilayah Kecamatan Kraksaan sangat dibutuhkan untuk mendukung potensi pariwisata dan budaya di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Ekao menilai Kabupaten Probolinggo memiliki potensi luar biasa, terutama dari sektor wisata dan budaya. Kehadiran hotel berbintang empat dinilai mampu menunjang kebutuhan akomodasi yang representatif bagi wisatawan maupun tamu bisnis.
“Menurut kami, Kabupaten Probolinggo punya potensi yang sangat luar biasa dari sisi budaya dan pariwisata. Ada Pantai Bentar, ada Gunung Bromo, tetapi hotel bintang empat yang proper menurut kami belum ada di Kabupaten Probolinggo. Karena itu kami berkomitmen membangun hotel bintang empat ini,” terangnya.
Selain mendukung sektor pariwisata, pembangunan hotel tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan menggerakkan perEkaonomian daerah. “Kami berharap hotel ini bisa menyerap banyak tenaga kerja dan memajukan Kraksaan maupun Kabupaten Probolinggo agar lebih hidup dan memiliki daya saing,” tambahnya.
Di sisi lain, Vice Director Operation Azana Hospitality Ardi Mali menyebut Kabupaten Probolinggo memiliki posisi strategis untuk pengembangan bisnis perhotelan. Selain berada di jalur penghubung utama, daerah ini juga memiliki potensi wisata yang terus berkembang setiap tahun.
“Hotel di Kraksaan ini menjadi jaringan hotel ke-93 yang dikelola Azana Hospitality di Indonesia. Pada tahun 2026, Azana juga menargetkan pembukaan sekitar 15 hotel baru di berbagai daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan hotel yang memadai menjadi salah satu syarat penting bagi kemajuan sebuah daerah. Karena itu, Azana Hospitality ingin ikut berkontribusi dalam mendukung pengembangan Ekaonomi dan pariwisata Kabupaten Probolinggo.
“Kami memastikan proses rekrutmen tenaga kerja nantinya akan dilakukan secara profesional dan terbuka bagi masyarakat luas tanpa diskriminasi. Seluruh pelamar akan mengikuti seleksi sesuai standar perusahaan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan konsep hotel syariah yang diterapkan tidak akan mengurangi kualitas layanan maupun potensi bisnis perusahaan. “Berdasarkan pengalaman Azana mengelola sejumlah hotel syariah di Indonesia, konsep tersebut justru mampu berjalan seiring dengan kebutuhan pasar modern,” tegasnya.
Dengan dimulainya pembangunan Hotel Azana Style Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap investasi baru terus berdatangan dan mempercepat pertumbuhan Ekaonomi daerah, khususnya di wilayah Kraksaan sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas bisnis baru di Kabupaten Probolinggo. (Rudi Hartono).
