PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan berkolaborasi dengan PD DMI Kabupaten Probolinggo sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Mendesain Masjid Ala Rasulullah” pada Selasa (20/10/2026). Bertempat di Masjid Al-Kautsar, Leces, kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari para ketua dan pengurus takmir masjid dari kedua kecamatan tersebut.

Acara yang dibuka secara resmi dengan bacaan basmalah serta dihadiri jajaran Forkopimcam ini dirancang untuk mengembalikan fungsi taktis masjid sebagaimana era Rasulullah SAW. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat peradaban, pendidikan, serta pemberdayaan umat melalui revitalisasi manajemen Idarah (pengelolaan), Imarah (kemakmuran kegiatan), dan Riayah (pemeliharaan fisik).
Guna memberikan pemahaman mendalam, panitia menghadirkan tiga narasumber kompeten. Sesi pertama diisi oleh Ketua PD DMI sekaligus Kepala Kemenhaj Kabupaten Probolinggo, Moh. Barzan, S.Ag., M.Pd.I, yang membawakan materi “Mengelola Keuangan Masjid Secara Profesional dan Akuntabel”. Dan menekankan pentingnya modernisasi tata kelola kas melalui penerapan e-kas dan QRIS guna mewujudkan transparansi. Menurutnya, akuntabilitas laporan keuangan merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan jamaah yang berujung pada keberkahan pengelolaan masjid.
Dilanjutkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Drs. Sholahuddin, M.Pd.I, dengan paparan mengenai “Sejarah dan Fungsi Masjid Pada Masa Rasulullah”. Dalam penjelasannya, beliau menguraikan bagaimana Masjid Nabawi di zaman Rasulullah berfungsi multisektor: mulai dari pusat ibadah, majelis ilmu, balai musyawarah, lembaga peradilan, hingga penggerak ekonomi kaum Muhajirin dan Anshar. Nilai-nilai historis inilah yang dinilai sangat krusial untuk dihidupkan kembali oleh para takmir era modern.

Sementara itu, Sekretaris PD DMI Kabupaten Probolinggo yang juga menjabat Kepala KUA Banyuanyar, Suharto, S.HI., M.Pd.I, menyampaikan materi “Selayang Pandang PD DMI Kab. Probolinggo, Mengenal Tipologi Masjid dan Organisasi-Organisasi Kemasjidan”. Ia memaparkan struktur serta tingkatan masjid mulai dari Masjid Negara hingga Masjid Jami’, peranan strategis DMI dalam pembinaan, serta pentingnya tertib administrasi melalui registrasi legalitas di aplikasi SIMAS Kemenag.
Selaras dengan hal tersebut, di tempat terpisah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Imam Muddin Nur Fajri, S.Ag, M.Hi, turut menyampaikan harapannya terkait ketertiban data kemasjidan. Beliau mengimbau dan mengharapkan agar seluruh masjid yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo terdata secara resmi di aplikasi SIMAS serta memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kementerian Agama. Menurutnya, kepemilikan SKT dan pendataan terpadu ini sangat penting untuk kepastian legalitas, pemetaan pembinaan, serta optimalisasi program-program kemasjidan ke depan.
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta tampak sangat tinggi, terutama pada sesi diskusi interaktif. Para takmir secara terbuka menyampaikan berbagai dinamika dan kendala di lapangan, seperti penataan keuangan yang belum teratur, minimnya partisipasi remaja masjid, hingga ketidakpastian sertifikasi tanah wakaf.
Sebagai penutup, workshop ini menghasilkan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk menertibkan administrasi keuangan secara transparan, menghidupkan kembali fungsi sosial-pendidikan masjid, serta memproses pembaruan data di SIMAS Kemenag. Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan doa dan foto bersama, membawa harapan besar agar masjid-masjid di Leces dan Tegalsiwalan dapat berkembang menjadi pusat peradaban yang makmur dan memberi solusi nyata bagi masyarakat. (Red**).
