PROBOLINGGO, PATROLI POS
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten dan Kota Probolinggo dalam mengakselerasi transformasi layanan pendidikan Islam berbasis digital. Berkolaborasi dengan Komisi VIII DPR RI dan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Kemenag menggelar forum dialog interaktif “Ngopi” (Ngobrol Pendidikan Agama Islam) di Rumah Makan Lesehan Kebon Pring, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan bertema “Madrasah Go Digital: Kerja Lebih Cepat, Rapi, dan Transparan” ini untuk mendorong modernisasi tata kelola serta peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah se-Kabupaten dan Kota Probolinggo. Forum strategis tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Probolinggo Didik Kurniawan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Dr. Samsur, Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo Muhammad Sadun, serta menghadirkan Guru Besar UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Abdul Muis, S.Ag., M.Si. dan narasumber teknis Agus Adinata. Ratusan kepala madrasah, pengurus yayasan, hingga operator madrasah turut memadati lokasi acara.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr.Samsur menegaskan bahwa digitalisasi di lingkungan Kemenag bukan sekadar tren teknologi, melainkan standardisasi kerja mutlak demi menciptakan pelayanan publik dan tata kelola pendidikan yang cepat, rapi, serta akuntabel.
Langkah responsif Kemenag ini mendapat apresiasi penuh dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania, S.I.AN., M.M., yang hadir memberikan pengarahan kunci. Ia menggarisbawahi bahwa pergeseran ke era digital di lingkungan madrasah kini telah menjadi kebutuhan mendesak (necessity).
“Madrasah memikul tanggung jawab besar dalam mencetak generasi unggul yang berakhlakul karimah sekaligus adaptif terhadap zaman. Inisiatif Kemenag dalam mendorong digitalisasi madrasah ini sangat tepat sasaran. Digitalisasi bukan hanya soal memiliki komputer, tetapi bagaimana kesiapan jaringan dan pemanfaatan aplikasi pembelajaran modern dapat berjalan efektif serta efisien,” ujar Dini Rahmania.
Selain menjadi sarana edukasi teknis, forum “Ngopi” ini dimanfaatkan sebagai wadah serap aspirasi secara langsung bagi para pengelola dan tenaga pendidik madrasah di wilayah Probolinggo.
Guna mendukung ekosistem digital yang berkelanjutan, Kemenag bersama DPR RI dan UIN KHAS Jember juga mendorong para guru dan pengelola madrasah untuk meningkatkan kualifikasi akademik. Pendidik diimbau memanfaatkan berbagai peluang Beasiswa Magister (S2) yang disediakan Kementerian Agama, LPDP Kementerian Keuangan, maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Melalui sinergi kuat antara Kemenag, Komisi VIII DPR RI, dan akademisi perguruan tinggi, Kemenag Probolinggo optimistis kualitas pembelajaran dan akuntabilitas tata kelola lembaga pendidikan Islam di Probolinggo Raya dapat terus meningkat secara signifikan. (Red**).
