PROBOLINGGO, PATROLI POS
Puluhan ribu jemaah memadati Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (24/10/2026) malam, dalam peringatan Milad ke-21 Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin. Kegiatan yang menghadirkan pendakwah Gus Iqdam tersebut berlangsung meriah dan khidmat.
Kegiatan keagamaan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, pengasuh Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin KH. Chafidzul Hakiem Noor (Gus Hafid), Anggota DPR RI Mufti Anam, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam momentum tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang berperan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, membina akhlak, dan meningkatkan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengapresiasi peran Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin dalam membina karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, majelis sholawat menjadi ruang positif untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Majelis seperti Syubbanul Muslimin menjadi ruang strategis bagi masyarakat, khususnya anak muda, untuk memperbaiki diri, memperkuat nilai spiritual, dan membangun kebersamaan,” ungkap Bupati Haris di hadapan para jemaah.
Bupati yang akrab disapa Gus Haris itu juga mengajak generasi muda untuk meningkatkan rasa hormat dan bakti kepada orang tua, terutama ibu, serta berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Sementara itu, pengasuh Majelis Sholawat Syubbanul Muslimin, KH. Chafidzul Hakiem Noor atau Gus Hafid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh jemaah serta tamu undangan yang telah mendukung terselenggaranya peringatan milad tersebut.
Ia berharap, peringatan Milad ke-21 Syubbanul Muslimin dapat semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membawa keberkahan bagi masyarakat.
Antusiasme puluhan ribu jemaah dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya minat masyarakat terhadap dakwah dan majelis sholawat. Momentum ini diharapkan turut memperkuat sinergi antara pemerintah, instansi keagamaan, dan masyarakat dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis di Kabupaten Probolinggo. (Red**).
