PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kabupaten Probolinggo resmi dipastikan masuk dalam gelombang awal pemberangkatan haji musim tahun 2026. Sebagai langkah strategis untuk mematangkan kesiapan fisik dan mental para tamu Allah, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo menggelar Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten di Ruang Madakaripura, Gedung Pemerintah Kabupaten Probolinggo Lantai 5, pada Senin (09/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan pemangku kebijakan dengan ratusan calon jamaah haji (CJH). Hadir dalam acara tersebut, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris, Wakil Bupati Fahmi AHZ, Kepala Kementerian Haji Kabupaten Probolinggo Moch. Barzan Ahmadi, Kasubbag TU Kementerian Haji Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin, Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Moh. Sa’dun, Turut hadir tokoh ulama kharismatik seperti Ketua MUI KH Wasik Hannan dan KH Muchlisin guna memberikan penguatan spiritual.
Kasubag TU Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif Arifin, memaparkan rincian data jamaah secara transparan. Dari total kuota yang ada, dinamika administratif terus dipantau secara real-time: Total Jamaah: 1.259 orang (termasuk kategori jamaah cadangan). Status Verifikasi: 1.199 jamaah telah mengunci posisi di sistem dan siap diberangkatkan.
Kendala Administratif: Sejumlah jamaah masih dalam proses pembaruan sistem. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor krusial seperti: Proses penggabungan mahram dan pendampingan lansia. Update status kesehatan terkini. Adanya jamaah yang menunda keberangkatan karena alasan personal.
Pemandangan haru terlihat saat Bupati Gus Haris memberikan sambutan. Meski masih dalam masa pemulihan pasca operasi lutut, ia tetap hadir demi memberikan dukungan moral secara langsung. Beliau menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian disiplin.
“Manasik ini adalah simulasi kesabaran. Di sana, anda akan menghadapi perbedaan budaya, cuaca, dan kepadatan manusia yang luar biasa. Jalur resmi visa reguler yang anda miliki adalah amanah yang harus disyukuri dengan pelaksanaan ibadah yang tertib,” tegas Gus Haris.
Wakil Bupati Fahmi AHZ menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen menjamin kualitas pelayanan dari hulu ke hilir—mulai dari pemberkasan di tanah air hingga kenyamanan jamaah saat kembali ke kampung halaman.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Probolinggo, Moch. Barzan Ahmadi, menjelaskan bahwa bimbingan ini dirancang secara sistematis agar jamaah tidak bingung saat berada di Tanah Suci:
Tingkat Kabupaten (Lantai 5 Pemkab): Fokus pada kebijakan umum pemerintah, regulasi kesehatan terbaru, dan garis besar manasik praktis.
Tingkat Kecamatan (12 Titik Lokasi): Akan dimulai serentak pada Rabu mendatang dengan intensitas empat kali pertemuan di tiap titik untuk pendalaman materi secara berkelompok.
Manasik Massal (Pantai Bentar): Sebagai puncak persiapan, seluruh jamaah akan dikumpulkan di Pantai Bentar, Gending, untuk melakukan praktik lapangan (simulasi tawaf, sai, hingga wukuf) agar memiliki gambaran nyata tentang medan di Arab Saudi.
Melalui persiapan yang berlapis ini, diharapkan 1.259 calon jamaah haji Kabupaten Probolinggo tidak hanya siap secara dokumen, tetapi juga memiliki ketangguhan fisik dan kedalaman spiritual untuk meraih predikat haji mabrur. (Rudi).
