Probolinggo, Patrolipos
Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo – Sejumlah mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Merdeka Belajar Kuliah Merdeka (MBKM) periode I tahun 2023 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan survei. Hari Senin (13/03/2023)
Terkait masalah stunting yang terdapat di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Survei ini dilakukan sebagai tahap awal dari program KKNT-MBKM dengan fokus skema “Bebas Stunting” yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab dan berbagai risiko dari stunting yang terjadi pada anak-anak di Desa Sumbersuko.

Mahasiswa peserta KKN bertemu dengan Kepala Desa Sumbersuko, Ibu Rini Handayani, dan beberapa perwakilan perangkat desa setempat untuk membahas mengenai masalah stunting.
Sebelumnya, menurut Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat & KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Zainal Abidin Achmad, M.Si., M.Ed, program kuliah kerja nyata ini akan dilaksanakan selama tiga bulan dan melibatkan seluruh mahasiswa KKNT di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
“Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Desa Sumbersuko, serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di kampus ke dalam masyarakat,” ujarnya.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki banyak jumlah kasus stunting di beberapa daerah dan menjadi salah satu masalah yang cukup serius di bidang kesehatan. Sesuai dengan penjelasan dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2015 lalu, stunting didefinisikan sebagai suatu gangguan kesehatan pada aspek tumbuh dan kembang anak akibat kurangnya gizi kronis dan adanya infeksi berulang yang mayoritas dapat diketahui dari ukuran panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar.
Jika masalah stunting dibiarkan terjadi, hal tersebut dapat memberikan dampak buruk dalam jangka waktu yang panjang, berupa semakin rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Oleh karena itu, diperlukan suatu pencegahan dan solusi untuk mengurangi angka terjadinya stunting sedini mungkin.
Hasil survei yang dilakukan oleh mahasiswa kelompok KKN Tematik Merdeka Belajar UPN “Veteran” Jawa Timur pada Senin,13 Januari 2023 yang mempertemukan mahasiswa dengan kepala desa dan perangkat desa menjelaskan bahwasanya prevalensi stunting di Desa Sumbersuko mencapai 19%. Faktor risiko yang ditemukan meliputi kurangnya akses terhadap gizi yang seimbang, kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi dan kesehatan anak, serta kurangnya akses ke fasilitas kesehatan. Dalam hal ini, untuk mencegah fenomena stunting tersebut diperlukan adanya dukungan serta peran penuh dari ibu sejak masa kehamilan untuk bisa menjaga serta memenuhi gizi yang seimbang supaya tercegahnya kelahiran bayi dalam kondisi stunting. Selain itu, peran pemerintah serta masyarakat sekitar juga diperlukan dalam pencegahan fenomena stunting dengan ikut berperan dalam menjaga kebersihan serta menyediakan akses ke fasilitas Kesehatan.
Untuk mendukung aksi menuju desa bebas stunting, Mahasiswa KKN Tematik Merdeka Belajar Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur akan membuat program kerja yang akan dilaksanakan di Desa Sumbersuko dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua anak-anak di desa tersebut tentang pentingnya gizi yang seimbang dan perawatan kesehatan anak. Untuk menjalankan program kerja yang lebih maksimal, mahasiswa KKN Tematik Merdeka Belajar juga akan melakukan kerja sama dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan dan mendukung program-program kesehatan anak di Desa Sumbersuko kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.
Survei ini menunjukkan peringatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih sadar dan memperhatikan akan pentingnya kesehatan dan gizi anak di wilayahnya. Diharapkan masyarakat Indonesia dapat terus berpartisipasi aktif dalam pencegahan stunting dengan menerapkan perilaku hidup sehat seperti menjaga asupan gizi dengan memperkaya serat, karbohidrat, protein hewati dan nabati. Kemudian harus diimbangi pula dengan penerapan hidup bersih yang dapat dilakukan dengan membiasakan mandi menggunakan air bersih, serta rutin melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Diperlukan upaya yang lebih serius dan berkelanjutan untuk mencegah dan mengatasi stunting agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Hal ini dilakukan untuk mendukung kesehatan anak sehingga anak dapat mencapai potensi terbaiknya di masa depan. Pungkasnya.
Reporter : Sayful
Narasumber : Mahasiswa UPN veteran Jatim
