BLITAR, PATROLIPOS
Kelompok Wanita Tani (KWT) Sawunggaling, yang dikenal sebagai produsen terbanyak tanaman sayur Kucai di Blitar, mengikuti pelatihan inovatif dalam penggunaan pupuk organik untuk mendukung budidaya sayuran organik yang berkelanjutan. Bertempat di Kebun KWT Sawunggaling pada tanggal 6 Mei 2024, kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh dosen UPN Veteran Jawa Timur sebagai bagian dari program hibah PKM-IMRIS Tahun 2024 untuk mengatasi tantangan ketersediaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman sayuran mereka.

Tim pengabdian yang dipimpin oleh Dr. Ir. Rossyda Priyadarshini, M.P., bersama Dr. Ir. Maroeto, M.P., dan Dr. Agung Winarno, M.M. dan turut hadir pula Dr. Wahyu Santoso, S.P., M.MA. dan Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd. yang bersinergi dan aktif dalam memberikan solusi alternatif penggunaan pupuk organik berbasis kearifan lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi sayuran organik, tetapi juga untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal,” ungkap Dr. Ir. Rossyda Priyadarshini, M.P.
Peserta pelatihan yang terdiri dari 25 ibu-ibu anggota KWT Sawunggaling diajarkan teknik pembuatan dan penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan. “Ibu-ibu anggota KWT Sawunggaling belajar bagaimana mengompos limbah pertanian rumah tangga dan bahan alami yang tersedia di sekitar Kelurahan Sentul untuk menghasilkan pupuk organik dengan biaya terjangkau”, ungkap anggota tim pengabdian, Dr. Ir. Maroeto, M.P.

Bu Atik, Ketua KWT Sawunggaling, mengungkapkan pentingnya inisiatif ini dalam mendukung keberlanjutan usaha pertanian mereka. “Kami berharap dengan penggunaan pupuk organik ini, kami bisa meningkatkan hasil panen sayuran organik kami tanpa harus bergantung pada pupuk kimia yang mahal dan kurang ramah lingkungan,” katanya.
Pengabdian masyarakat ini juga memberikan perhatian khusus pada proses pembuatan pupuk organik yang efisien dan ekonomis. “Pupuk organik buatan sendiri tidak hanya lebih terjangkau, tetapi juga membantu dalam meningkatkan kualitas tanah jangka panjang,” ujar anggota peneliti, Dr. Agung Winarno, M.M.
Pak Imam, Penyuluh Pertanian Kelurahan Sentul, hadir pula dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kontribusi dari dosen-dosen UPN Veteran Jawa Timur yang telah memberikan pelatihan kepada ibu-ibu KWT Sawunggaling dalam mengembangkan praktik pertanian yang berkelanjutan di wilayah Kelurahan Sentul.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, diharapkan inovasi ini dapat mempengaruhi positif pada penggunaan pupuk organik dalam pertanian lokal, serta memberikan inspirasi bagi masyarakat lain untuk mengadopsi praktik yang ramah lingkungan dan ekonomis dalam budidaya pertanian kucai di kebun yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani di daerah lain.
Reporter : Sayful
Penulis : Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd.
