PERAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN
KUALITAS KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN PADA ANAK USIA DINI
Dian Istiqomah
Universitas Muhammadiyah Surabaya dianmis2018@gmail.com
Muhammad Hambal Shafwan
Universitas Muhammadiyah Surabaya muhammadhambalshafwan@um-surabaya.ac.id
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam meningkatkan kualitas kemampuan baca tulis Al-Qur’an peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya literasi Al-Qur’an sebagai fondasi pendidikan agama Islam serta peran strategis TPQ sebagai lembaga pendidikan nonformal dalam memberikan pembelajaran Al-Qur’an secara sistematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPQ memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an melalui penerapan metode pembelajaran yang terstruktur, seperti metode iqra’, tilawati, dan sorogan, serta penguatan disiplin membaca harian (muroja’ah). TPQ juga berperan dalam membentuk motivasi, kedisiplinan, dan karakter religius peserta didik yang berdampak positif terhadap perkembangan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an. Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran meliputi kompetensi ustaz/ustazah, ketersediaan media pembelajaran, dan dukungan orang tua. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana, variasi kemampuan awal santri, serta intensitas kehadiran yang tidak stabil. Secara keseluruhan, keberadaan TPQ terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan literasi Al-Qur’an pada peserta didik.
Kata kunci: Taman Pendidikan Al-Qur’an, literasi Al-Qur’an, baca tulis Al-Qur’an,
pendidikan nonformal.
A. PENDAHULUAN
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah kepada Rosulullah SAW sebagai rahmat serta petunjuk bagi umat manusia dimuka bumi ini. Dalam Al-Qur’an terdapat kumpulan wahyu Allah yang menjadi pedoman, petunjuk dan pelajaran bagi mereka yang percaya dan mengamalkannya. Tidak hanya itu, Al-Qur’an merupakan kitab suci paling sempurna yang diturunkan oleh Allah SWT, karena isinya mengandung prinsip-prinsip syari’at yang tidak ditemukan di dalam kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Al-Qur’an merupakan sumber pendidikan Islam yang pertama dan terpenting, karena memiliki nilai mutlak yang diciptakan oleh Allah SWT dan Dia pula yang mendidik manusia denganpendidikan yang terkandung dalam wahyu-Nya. Tidak ada satupun persoalan yang tidak ada didalam Al- Qur’an. Membaca Al-Qur’an merupakan kegiatan yang harus dilakukan bagi seluruh umat Islam, karena Al-Qur’an adalah sumber hukum dan sebagai pedoman hidup umat Islam.
Dewasa ini, banyak anak-anak yang memiliki keterbatasan ilmu, baik ilmu pengetahuan umum ataupun ilmu agama. Dari segi agama, anak-anak belum memiliki kesadaran beragama, namun sudah memiliki potensi spiritual serta landasan hidup berkeTuhanan, perkembangan kesadaran beragama dan keagamaan anak sangat dipengaruhi oleh keyakinan, sikap dan perilaku beragama dari orang tua. Melihat fenomena ini berkaitan dengan ilmu agama, maka anak-anak perlu dibekali pengetahuan yang cukup tentang Al-Qur’an sebab sumber hukum agama yang utama adalah Al-Qur’an. Langkah awal yang sebaiknya disiapkan orang tua untuk anaknya adalah membaca Al- Qur’an serta memahami artinya. Selain orang tua peran guru sangat penting guna merealisasikan generasi yang dapat memahami sekaligus mengamalkan Al-Qur’an.
Pesantren, Majelis Ta’lim, TPA/TPQ merupakan bagian dari berbagai bentuk lembaga pendidikan agama Islam yang berkembang di masyarakat. Pesatnya perkembangan lembaga pendidikan Islam mencerminkan pentingnya membaca dan menulis Al-Qur’an dan kesadaran masyarakat yang tumbuh akan keberadaannya di muka bumi ini. Keberadaan pendidikan Al- Qur’an memiliki misi yang sangat mendasar dalam hal pentingnya memperkenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini. Keberadaan TPQ memiliki potensi dan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan pendidikan agama, karena TPQ berperan penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa.
Kurangnya pengembangan strategi dalam kegiatan pembelajaran Al-Qur’an terutama pada hukum bacaan Al-Qur’an atau ilmu tajwid menyebabkan kurangnya kualitas kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an pada anak. Berdirinya TPQ ditengah masyarakat mampu memberi dampak positif terhadap perkembangan pembelajaran Al- Qur’an pada anak. Dengan adanya manajemen TPQ yang baik dan terstruktur dalam mengatur dan mengarahkan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang efektif dan efisien, selain itu dengan adanya tujuan, visi dan misi yang jelas dan metode yang bervariasi, sarana dan prasara yang mendukung guna meningkatkan kualitas kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak. Dari pemaparan diatas peniliti bermaksud untuk melihat bagaimana peran TPQ dalam meningkatkan kualitas kemampuan baca tulis Al-Qur’an pada anak.
Pengabdian masyarakat kepada anak usia dini dapat menumbuhkan minat mereka untuk membaca Al-Qur’an sebagai upaya mendidik mereka tentang Islam dan mempersiapkannya sebagai generasi penerus agama (Amalia, 2017). Pengabdian kepada masyarakat secara jelas disebut sebagai program yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, sehingga citra kualitas masyarakat di daerah tertentu meningkat (Bumbungan & Baharuddin, 2018). Bentuk pengabdian yang mudah dilakukan, yakni meningkatkan minat mengaji Al-Qur’an pada anak usia dini karena periode pertumbuhan pesat pada usia dini berperan besar membentuk karakter agar menjadi pribadi yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits. Minat mengaji Al-Qur’an menjadi penting karena Al-Qur’an merupakan pedoman utama pada kehidupan seorang muslim (Rustina, 2019).
Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi individu yang religius dan mampu menjalani kehidupan dengan penuh keimanan melalui mengaji Al-Qur’an. Pengabdian yang penulis lakukan juga bertujuan menjaga kelestarian budaya dan tradisi agama Islam di Masyarakat (Notonegoro, 2018). Anak usi dini yang diarahkan mengaji Al-Qur’an memiliki efek yang menguntungkan pada masa depan mereka di dunia dan akhirat (Abdullah, 1990). Anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang menghargai dan mencintai Al-Qur’an, serta mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat sekitar (Abuddin, 2001).
Minat mengaji Al-Qur’an pada anak-anak usia dini dapat ditingkatkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat dan perlu dilakukan secara berkesinambungan. Semua pihak, baik itu lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, maupun masyarakat luas, perlu bersinergi dan mendukung serta melaksanakan kegiatan ini demi terwujudnya generasi yang berakhlakul karimah dan cinta Al-Qur’an. Dalam paparan ini, akan dijelaskan lebih lanjut tentang pentingnya peningkatan minat belajar mengaji Al – Qur’an pada anak usia dini, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan dalam rangka mengatasi hambatan dan mewujudkan masyarakat yang lebih beriman dan berakhlak mulia.
B. METODE PENELITIAN
Pengabdian ini dijabarkan secara kualitatif dengan metodologi analisis data dilakukan melalui mengumpulkan data, menyajikan data, mengkondensasi data, dan menarik kesimpulan data. Observasional dan terdokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan minat mengaji Al-Qur’an pada anak usia dini adalah usaha proaktif untuk memperkuat keimanan dan akhlak mulia sejak usia dini. Minat mengaji Al-Qur’an dapat meningkat dengan melibatkan orang tua, guru, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah. Pendekatan yang bersifat edukatif dan interaktif perlu diterapkan agar anak-anak merasa tertarik dan senang selama proses belajar. Partisipasi aktif dari tokoh agama juga sangat penting untuk memberikan motivasi, inspirasi, dan pembinaan kepada anak-anak. Kerjasama yang erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan minat mengaji Al-Qur’an pada anak usia dini. Mekanisme komprehensif dan kolaboratif antara berbagai pihak terkait diharapkan mampu meningkatkan minat mengaji Al-Qur’an pada anak usia dini dan tumbuh menjadi penerus yang berakhlak mulia.
C. HASIL PENELITIAN
Berdasarkan gambar 1, dapat diketahui bahwa penulis melaksanakan pengabdian masyarakat ketika mengajarkan pendidikan agama dengan mengajak para santri mengaji bersama untuk meningkatkan minat mengaji santri dan tepat sesuai ilmu tajwid (Amalia,2017). Hal ini menunjukkan komitmen penulis untuk memberikan pendidikan agama yang berkualitas dan sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dengan demikian, melalui kegiatan mengaji bersama ini, penulis berperan sebagai pengajar dan juga sebagai fasilitator yang berupaya meningkatkan minat belajar santri dan memastikan pembelajaran dilakukan dengan benar sesuai dengan aturan tajwid.

Gambar 1. Pembelajaran Mengaji Al-Qur’an Bersama Para Santri
Dokumentasi penelitian selanjutnya pada gambar 2 mendeskripsikan perilaku yang santun terhadap pendidik, karena salah satu indikator pendidikan yang efektif adalah para peserta didik atau para santri mampu mengamalkan nilai -nilai pendidikan dengan baik dan benar ketika berperilaku di kehidupan sehari-hari (Abdullah, 1990). Pendidikan agama anak usia dini dapat terbentuk dengan mengaji Al-Qur’an dan didukung dengan fase semangat yang tinggi jika bersamaan dengan teman sebayanya.

Gambar 2. Para Santri Mencium Punggung Tangan Penulis
Di dalam gambar, terlihat sekelompok santri yang tengah berada dalam suasana yang penuh kebersamaan dan penghormatan. Mereka berdiri dengan tertib, sementara seorang pendidik agama berada ditengah-tengah mereka. Santri-santri mengekspresikan penghormatan dan rasa terima kasih mereka dengan mencium punggung tangan penulis secara simbolis. Mereka melakukannya dengan penuh rasa hormat, mencerminkan budaya tradisional yang menghargai ilmu dan guru dengan sangat tinggi. Suasana gambar ini menggambarkan hubungan yang hangat dan harmonis antara pendidik dan murid dalam lingkungan pembelajaran agama yang penuh nilai-nilai spiritual dan tradisi (Setiyanti et al.,2023).
Hasil dari pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan minat mengaji anak- anak usia dini adalah:
1. Terbiasa dan tertarik belajar mengaji Al-Qur’an secara berkesinambungan.
2. Meningkatkan rekognisi mengenai ajaran Al-Qur’an pada anak usia dini agar moralitas dan karakter mereka semakin berkembang.
3. Meningkatnya kecintaan anak-anak terhadap agama Islam dan membentuk sikap yang lebih religius.
4. Meningkatnya hubungan antara anak-anak dan orang tua serta para pendidik selama proses belajar mengaji Al-Qur’an.
5. Membentuk generasi yang lebih berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Anak-anak usia dini yang memiliki pendidikan agama secara solid dapat tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi norma-norma sosial, keyakinan agama, dan kapasitas untuk meningkatkan kualitas masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan membawa dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan pembelajaran agama sejak dini, dapat membangun fondasi yang kuat untuk generasi masa depan yang lebih
beriman dan bertanggung jawab. Menurut Darmawan (2017); Arintawati et al. (2023), proses pembelajaran ini menciptakan hubungan yang erat antara anak-anak dengan ajaran agama serta memperkuat hubungan antaranggota masyarakat. Ketika orang tua, guru, dan masyarakat secara bersama-sama terlibat dalam upaya ini, terjalinlah ikatan yang lebih kuat dan harmonis di antara mereka. terhubung, saling mendukung, dan memperkuat jaringan sosial untuk memperjuangkan kebaikan bersama dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi secara bersama. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan minat belajar mengaji Al -Qur’an pada anak usia dini memberikan manfaat secara individual yang dapat membangun fondasi positif bagi masyarakat.
D. KESIMPULAN
Pengabdian mayarakat dilakukan oleh penulis dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar mengaji untuk meningkatkan minat mengaji para santri. Pendidikan agama khususnya mengaji merupakan pendidikan yang penting untuk diajarkan kepada para santri terutama di usia dini. Pada rentang usia dini para santri akan memiliki semangat belajar yang tinggi dan motivasi yang besar untuk memuaskan rasa keingintahuannya terhadap dunia luar. Maka dari itu, diarahkan potensi yang dimiliki oleh para santri tersebut menuju hal yang positif salah satunya dengan kegiatan mengaji.
Penulis bangga dan bersyukur dapat terlibat pada kegiatan yang bermanfaat ini. Keinginan yang tumbuh lebih tinggi untuk mengaji Al-Qur’an dapat dikatakan sebagai hasil pengabdian masyarakat yang mulia. Kegiatan dengan melibatkan mengaji Al- Qur’an sangat membantu untuk memahami dan menghafal ayat-ayat suci serta memungkinkan anak menggunakan Al-Qur’an sebagai panduan sehari-hari. Anak yang tumbuh dengan mengaji Al-Qur’an memiliki dasar moral dan agama yang kuat.
Minat mengaji Al-Qur’an pada anak usia dini juga dapat membantu menjaga tradisi dan budaya keislaman yang ada di masyarakat. Anak yang gemar mengaji Al- Qur’an berkontribusi pada tradisi keagamaan yang terus terjaga dan berkembang di masyarakat.
Penulis senang mengenai antusias anak-anak saat belajar mengaji Al-Qur’an. Hal ini merupakan modal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Penulis meyakini bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan minat mengaji Al-Qur’an pada anak usia dini sangatlah penting dan perlu terus dilakukan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang
cinta Al-Qur’an dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, A. S. (1990). Educational Theory: A Qur’anic Outlook . Rineka Cipta.
Abuddin, N. (2001). Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam di
Indonesia. Grafindo Persada.
Akmal, D. Kurniawan, D. Darmawan, & A. Wardani. (2015). Manajemen Pendidikan. IntiPresindo Pustaka, Bandung.
Al Mursyidi, B. M. & D. Darmawan. (2023). The Influence of Academic Success of Islamic Religious Education and Social Media Involvement on Student Morality. Al-Fikru: Jurnal Ilmiah, 17(2), 321-331.
Ali, M. M. (2016). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Usia Dini. Jurnal
Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 1(2), 190-215.
Amalia, F. I. (2017). Implementasi Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat dan Life Skill di Madrasah Aliyah Negeri Surabaya: Studi Atas Konsep Pemikiran Abuddin Nata [Undergraduate, UIN Sunan Ampel Surabaya]. https://doi.org/10/Daftar%20Pustaka.pdf
Amirulloh, I. et al. (2023). Implementasi Nilai Persatuan dalam Bergotong Royong di
Masyarakat Desa Anggaswangi Sukodono Sidoarjo, Economic Xenization Abdi Masyarakat,
1(1), 13-20.
Arintawati, M. L. D., A. S. Ulinha, A. F. Yusuf, S. Sudarso, B. Triono, F. Riyadin, M. Djaelani, J. Jahroni, & J. Judiono. (2023). Pelaksanaan Lomba Tingkat RT untuk Meningkatkan Nilai Toleransi dan Kebersamaan Masyarakat di Desa Masangan Wetan Sukodono Kabupaten Sidoarjo, Economic Xenization Abdi Masyarakat, 1(2),
7-12.
Basyit, A. (2018). Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia. Rausyan Fikr: Jurnal
Pemikiran dan Pencerahan, 14(1), 155–170.
Bumbungan, B., & Baharuddin. (2018). Partisipasi Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah Dasar (Sebuah Studi Komparatif Indonesia dan Jepang). Prosiding Seminar Nasional Universitas Cokrominoto Palopo, 4(1), 37–47.
Darmawan, D. (2017). Pemberdayaan Kerjasama. Metromedia, Surabaya.
Darmawan, D. (2024). Distribution of Six Major Factors Enhancing Organizational
Effectiveness. Journal of Distribution Science, 22(4), 47-58.
Djazilan, M. S. & M. Hariani. (2022). Implementation of E-Learning-Based Islamic
Religious Education, Bulletin of Science, Technology and Society, 1(2), 14-21.
Djazilan, M.S., D. Darmawan, E. Retnowati, E.A. Sinambela, & R. Mardikaningsih. (2022). The Role of Self-Discipline, Self-Concept and Self-Efficiency on Teacher Performance. Education and Human Development Journal, 7(3), 64-73.
Faramedina, N., D. A. Y. Widariyono, C. T. I. Dzinnur, S. Sudjai, D. Darmawan, & M. C. Rizky. (2023). Kegiatan Lomba 17 Agustus untuk Meningkatkan Jiwa Solidaritas Antar Warga Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Economic Xenization Abdi
Masyarakat, 1(1), 1-6.
Firmansyah, B. & D. Darmawan. (2023). The Importance of Islamic Education Teacher Competence and Parental Attention in Enhancing Students’ Character Formation at Nur Al- Jadid ExcellentIslamic High School. Jurnal Cahaya Mandalika, 4(2), 1353-
1363.
Hartani, A. L. (2011). Manajemen Pendidikan. Laksbang Pressindo.
Ismaya, B., S. Sutrisno, D. Darmawan, J. Jahroni, & N. Kholis. (2023). Strategy for Leadership: How Principals of Successful Schools Improve Education Quality. Al- Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 247-259.
Masfufah, M. & D. Darmawan. (2023). Children’s Intelligence Potential: Exploration
Through A Spiritual Approach, Studi Ilmu Sosial Indonesia, 3(1), 13-30.
Masfufah, M. & D. Darmawan. (2023). The Role of Parents in Preventing Gadget Addiction in Early Childhood, International Journal of Service Science, Management, Engineering, and Technology, 3(3), 33–38.
Masnawati, E., N. D. Aliyah, M. S. Djazilan, D. Darmawan & Y. Kurniawan. (2022). Dynamics of Intellectual and Creative Development in Elementary School Children: The Roles of Environment, Parents, Teachers, and Learning Media, International Journal of Service Science, Management, Engineering, and Technology, 1(1), 33-37.
Masnawati, E. & M. Masfufah. (2023). Family Support and Early Childhood Education: A Qualitative Perspective, International Journal of Service Science, Management, Engineering, and Technology, 3(2), 32–37.
Notonegoro, A. (2018). The Authorized Biography of Masykur Ali: Jalan Pengabdian . IMTIYAZ.
Nudin, B. (2016). Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Metode Montessori di Safa Islamic Preschool. Millah: Journal of Religious Studies, 41–62.
Nuraini, R., S. N. Halizah, W. Wulandari, E. Retnowati, J. Jahroni, D. Darmawan, S. Arifin. (2024). Upaya Membentuk Kepribadian Unggul Peserta Didik Melalui Pendidikan Al- Qur’an, Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 4(1), 57 – 64.
Rustina. (2019). Hadis Kewajiban Menuntut Ilmu dan Menyampaikan dalam Buku Siswa Al-
Qur’an Hadis Madrasah Aliyah di Kota Ambon. LP2M IAIN Ambon.
Setiyanti, T., N. Nurussaniyah, D. Darmawan, R. Mardikaningsih, R. Shofiyah, N. U. A. Machfud, & N. D. Aliyah. (2023). Keterlibatan Mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya dalam Kegiatan Peningkatan Nilai Spiritual pada Pengajian Rutin di Desa Pademonegoro Kecamatan Sukodono, Economic Xenization Abdi Masyarakat,
1(1), 27-34.
Wahyudi, I., D. Darmawan, & R. Mardikaningsih. (2018). Model Pembelajaran di Sekolah. IntiPresindo Pustaka, Bandung.
Nama Penulis: Dian Istiqomah
Jurusan/Prodi: Magister Pendidikan agama islam
Nama Kampus: Universitas Muhammadiyah Surabaya
E-mail:dianmis2018@gmail.com
Judul Berita: Peran Taman Pendidikan Al Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas
Kemampuan Baca Tulis Al Qur’an Pada Anak Usia Dini
Mata Kuliah : Pengembangan Edupreuner Islam
