PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren), Ansori, menghadiri peringatan Milad ke-12 Ma’had Nurul Hasan MAN 2 Probolinggo yang berlokasi di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Jumat (19/12).

Mengusung tema “Tumbuh dengan Keberanian, Berjalan dengan Keridhaan”, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan Ma’had dalam membina akhlak, adab, dan intelektualitas santri. Pada kesempatan itu, pengelola Ma’had juga menampilkan berbagai prestasi dan kreasi santri, mulai dari pembacaan kitab kuning, penguasaan hafalan Al-Qur’an (tahfidz), hingga karya-karya edukatif lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keteladanan, pada saat yang sama panitia juga menyerahkan penghargaan kepada dua santri terbaik, masing-masing santri putra dan santri putri, yang dinilai unggul dalam aspek akhlak, kedisiplinan, dan prestasi akademik-keagamaan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas diri.
Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ansori, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pengelola Ma’had, pengasuh, serta Kepala MAN 2 Probolinggo atas komitmen menjaga dan mengembangkan pendidikan berciri pesantren di lingkungan madrasah. Menurutnya, Ma’had bukan sekadar ruang hunian santri, tetapi menjadi pusat pemberdayaan dan penguatan karakter.

“Ma’had ini bukan sekadar hiburan atau kegiatan seremonial, melainkan tempat tumbuh kembang santri agar semakin berilmu, berkarakter, dan berkah, sehingga kelak menjadi generasi yang membanggakan orang tua, bangsa, dan agama,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan wali murid dalam menyukseskan pendidikan berbasis pesantren tersebut.
Ma’had Nurul Hasan merupakan asrama siswa-siswi MAN 2 Probolinggo yang bertujuan membina dan mengembangkan akhlakul karimah serta intelektual santri secara seimbang. Sejumlah program unggulan terus dijalankan, di antaranya kegiatan furudhul ‘ainiyyah, kajian kitab kuning dan tahfidz Al-Qur’an, amaliyah yaumiyyah seperti shalat berjamaah, tahajud, dhuha, muthala’ah, dan mudzakarah. Selain itu, santri juga dibekali keterampilan bahasa Mandarin.
Kitab-kitab yang dikaji meliputi Bulughul Maram, Fathul Qarib, Tafsir Yasin, Hidayatul Mustafid, Lubabul Hadis, serta pembiasaan tradisi keagamaan seperti tahlil dan pembacaan Maulid Diba’.
Pengasuh Ma’had Nurul Hasan, Abdur Rozaq, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada wali santri atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ia berharap doa dan kebersamaan seluruh pihak membawa keberkahan bagi Ma’had. “Mudah-mudahan setiap perjumpaan kita menjadi wasilah kebaikan dan keberkahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Probolinggo, Dr. Ahmad Zamroni, mengucapkan selamat Milad ke-12 Ma’had Nurul Hasan dan berharap Ma’had terus berkembang serta membawa keberkahan dan kesuksesan bagi para santri. Ia mengenang perjalanan Ma’had yang telah berjalan selama 12 tahun, termasuk masa sulit saat pandemi Covid-19 yang sempat membuat Ma’had vakum selama dua tahun.
“Tujuan utama Ma’had ini adalah mencetak santri yang tafaqquh fiddin. Di tengah tantangan era digital dan pergeseran budaya, pendidikan akhlak harus menjadi prioritas. Ilmu boleh nomor dua, tetapi akhlak harus nomor satu,” tegasnya.
Ia menambahkan, MAN 2 Probolinggo berkomitmen menciptakan iklim madrasah yang berkarakter pesantren, di antaranya dengan membiasakan kegiatan ngaji di pagi hari serta memperkuat pendidikan karakter melalui sinergi dengan berbagai pihak.
Peringatan Milad ke-12 ini diharapkan semakin mengokohkan peran Ma’had Nurul Hasan sebagai pusat pembinaan akhlak, adab, dan keilmuan santri yang berkelanjutan di lingkungan MAN 2 Probolinggo.(Mp/ Red**).
