PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat komitmennya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan melalui audiensi strategis bersama Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menerima kunjungan Kepala Balai Bahasa Jatim, Puji Retno Hardiningtyas, di Ruang Transit Kantor Wali Kota pada Rabu (21/1/2026).
Pertemuan tersebut membedah berbagai program unggulan yang bertujuan untuk menjaga marwah bahasa Indonesia sekaligus melestarikan bahasa daerah. Puji Retno memaparkan beberapa agenda prioritas, mulai dari Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) hingga program Lisan Pahlawan yang mengemas sejarah tokoh lokal menjadi konten literasi bagi anak-anak dan pendukung desa wisata.
“Kami juga fokus pada penyegaran bahasa bagi para ASN, terutama dalam tata naskah dinas atau surat-menyurat kedinasan agar lebih sesuai kaidah,” ungkap Retno. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum kerja sama yang lebih formal ke depannya.
Salah satu terobosan menarik yang dipaparkan adalah produk digital berupa kamus tiga bahasa yang mencakup bahasa Jawa, Madura, dan Jawa-Osing, serta bahasa Kasada untuk lingkungan sekolah.
Respons Wali Kota: Probolinggo Sebagai Laboratorium Bahasa Wali Kota dr. Aminuddin memberikan apresiasi tinggi terhadap tawaran kerja sama tersebut. Menurutnya, karakteristik Probolinggo sebagai wilayah Pendalungan dengan komposisi penduduk yang heterogen menjadikannya lokasi yang sangat strategis untuk pengembangan bahasa.
“Kota ini memiliki potensi literasi yang luar biasa. Kita punya pojok literasi sejarah hingga dokumen motif batik Probolinggo di Leiden, Belanda, yang tersimpan sejak 1883. Ini semua bisa menjadi pustaka baru bagi generasi mendatang,” ujar Dokter Amin.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Probolinggo sangat terbuka terhadap kerja sama ini karena dianggap sebagai investasi besar di bidang pendidikan dan perpustakaan.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Disdikbud Siti Romlah memastikan kesiapan teknis di lapangan. “Kami sudah memiliki Tim Penggunaan Bahasa Indonesia. Ke depan, fokus kita adalah penguatan peran dan kapasitas tim tersebut melalui pendampingan dari Balai Bahasa,” pungkasnya.
Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala Bagian Organisasi Setda, Prijo Djatmiko, yang turut mendukung langkah standarisasi bahasa di lingkungan birokrasi. (Fahrul Mozza).
