PROBOLINGGO, PATROLI POS
Peninjauan intensif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa Madrasah terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Langkah ini diambil untuk menjamin proses penyaluran, kualitas menu, hingga kesiapan sarana pendukung di lingkungan pendidikan berjalan optimal.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, diwakili oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) As’adi, turut serta dalam monitoring Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumberlele, Kraksaan. Kegiatan ini dilakukan bersama Tim Monev Kabupaten yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Inspektorat, Kemenag, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Ketahanan Pangan, pada Selasa 3/02/2026.
Operasional SPPG Sumberlele
Hingga saat ini, SPPG Sumberlele Kraksaan tercatat telah beroperasi selama kurang lebih dua bulan. Fasilitas ini memikul tanggung jawab besar dalam menyuplai kebutuhan gizi harian bagi sedikitnya 2.846 siswa di wilayah tersebut.
Kasi Pendma As’adi menyatakan bahwa secara umum, operasional di SPPG Sumberlele telah memenuhi kriteria penyediaan pangan yang sehat dan higienis.
“Tenaga pelaksana di sini sudah sangat lengkap, mulai dari Kepala Dapur, Ahli Gizi, hingga Chef profesional. Kami ingin memastikan apa yang dikonsumsi siswa benar-benar berkualitas,” ujar As’adi.
Pemberdayaan Potensi Lokal
Salah satu poin unggulan dalam pelaksanaan MBG di wilayah ini adalah pemanfaatan sumber daya lokal. Seluruh bahan baku mulai dari beras, sayur-mayur, hingga lauk-pauk dipasok langsung dari hasil produksi petani dan peternak lokal di Kabupaten Probolinggo.
Ketua Tim Monev dari Dinas Ketahanan Pangan, Imam Syafi’i, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi tim SPPG Sumberlele. Menurutnya, sinergi antara pemenuhan gizi siswa dan pemberdayaan ekonomi lokal adalah kunci keberhasilan program ini ke depan. (Red**).
