PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama melaksanakan monitoring pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada satuan pendidikan Muadalah Wustha Pondok Pesantren Al Masduqiyah Patokan, Kraksaan, Senin (13/04/2026). Sebanyak 99 santri mengikuti TKA sebagai bagian dari penguatan mutu akademik dan standarisasi capaian pembelajaran di lingkungan pesantren.
Pondok Pesantren Al Masduqiyah yang diasuh oleh Prof. Dr. KH. Muchlisin Saad, MA, tampil sebagai pesantren modern yang memadukan penguatan nilai religius dengan pengembangan intelektualitas santri. Hal ini tercermin dari sistem pendidikan terintegrasi yang tidak hanya fokus pada pembelajaran diniyah, tetapi juga pengembangan pendidikan tinggi di bawah naungan pesantren. Bahkan, pada tahun ini direncanakan pembukaan program strata dua (S2) sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan lanjutan bagi santri.
Pesatnya perkembangan Al Masduqiyah dinilai sebagai buah dari kepemimpinan akademik yang kuat. Prof. Muchlisin Saad dikenal sebagai dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor, serta pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton. Latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam mendorong transformasi pesantren menuju lembaga pendidikan yang adaptif dan berdaya saing global.
Selain bidang akademik, Al Masduqiyah juga menunjukkan komitmen dalam kemandirian ekonomi pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Unit usaha seperti Izzi Bakery dan air minum dalam kemasan bermerek Oyuna—yang sebelumnya dikenal sebagai Izzu Air Minum—menjadi contoh konkret pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
Dalam aspek penguatan kompetensi global, santri dibiasakan berdialektika menggunakan bahasa asing, khususnya Arab dan Inggris. Pembiasaan ini membuka peluang luas bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, termasuk ke Maroko dan negara lainnya.
Salah satu asesor SPM/PDF, Syaifillah, M.Pd., yang juga pengajar di lembaga tersebut, menyambut positif kunjungan monitoring dari Kementerian Agama. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan pesantren secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, turut disinggung progres regulasi pesantren, khususnya Peraturan Daerah (Perda) Pesantren, seiring dengan penguatan kelembagaan melalui Direktorat Pesantren yang telah ditandatangani Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sementara itu, Sholehuddin menilai aspek kebersihan lingkungan Pondok Pesantren Al Masduqiyah sangat layak dan memenuhi kriteria sebagai pesantren sehat. Hal ini menjadi indikator penting dalam mendukung kenyamanan dan kualitas proses pembelajaran santri.
Monitoring TKA ini diharapkan semakin memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan yang unggul, adaptif, serta berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing global. (Mp/Red**).
