PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo (Dikdaya) menggelar seleksi tahfidz tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Kegiatan ini berlangsung di lantai 5 Gedung Madakaripura, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo pada Selasa (28/04/2026).
Program seleksi tahfidz ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama digelar pada 28–29 April 2026, sedangkan tahap kedua akan berlangsung pada 18–19 Mei 2026. Setiap tahap diikuti oleh 200 peserta, dengan rincian 100 siswa SD dan 100 siswa SMP. Secara keseluruhan, total kuota peserta mencapai 400 siswa.
Kepala Bidang Bina SMP Dikdaya Probolinggo, Like Lidyawati, menjelaskan bahwa program tahfidz ini tidak hanya bertujuan menggali potensi akademik siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius, khususnya kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, baik eksak maupun non-eksak, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat kepada Allah SWT dan Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin membangun keberanian dan rasa percaya diri mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang eksplorasi bagi siswa untuk terus belajar mencintai dan membaca Al-Qur’an. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang, dengan dukungan dari guru pendamping dan pihak sekolah.
Menurutnya, nilai utama yang ingin dibangun bukan semata-mata prestasi atau beasiswa, melainkan karakter siswa, seperti kemampuan berkolaborasi, berkompetisi secara sehat, serta menghargai keunggulan orang lain. “Kami ingin menanamkan kebesaran hati dan keluasan jiwa sejak dini. Anak-anak dilatih untuk terus berusaha, meskipun belum meraih juara. Dengan dukungan guru dan kepala sekolah, mereka akan terus berkembang,” tambahnya.
Dikdaya juga mengapresiasi kehadiran guru pendamping dan kepala sekolah yang turut mendukung jalannya kegiatan. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan program tahfidz ini.
Ke depan, pihaknya berharap kegiatan ini mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pengembangan keterampilan hidup. “Kami ingin anak-anak memiliki banyak keterampilan saat terjun ke masyarakat nanti. Tidak hanya kuat secara religius, tetapi juga unggul dalam pengetahuan dan mampu memberi manfaat,” jelasnya.
Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan generasi unggul melalui semangat “SAE”, yaitu bekerja dengan baik, belajar dengan baik, dan memberikan yang terbaik untuk semua. (MD).
