2 Mei 2026 22:55 WIB
JAKARTA, PATROLI POS
Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati menyatakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gimnastik Junior-Senior 2026, menjadi momentum untuk pembinaan atlet yang bertahap guna memantau potensi atlet menuju level nasional dan internasional.
Ita menyebut, kejurnas yang melibatkan total 202 peserta dari 16 provinsi dan digelar di Gymnasium Arcamanik, Jawa Barat, itu, menjadi bagian dari agenda rutin federasi untuk memantau perkembangan atlet sejak usia dini hingga kategori senior.
“Kejurnas merupakan indikator bagi federasi untuk melihat potensi atlet dan melakukan pemantauan terhadap mereka yang dapat dibimbing pada jenjang berikutnya,” kata Ita dalam sambutannya pada pembukaan kejurnas, Sabtu.
Dia melanjutkan, pada kompetisi itu yang berlangsung sampai 9 Mei itu, peserta akan bersaing dalam sejumlah nomor, yakni nomor gimnastik artistik putra, artistik putri, dan ritmik.
Selain sebagai arena berkompetisi, kejurnas juga diposisikan sebagai sarana evaluasi pembinaan yang dilakukan daerah dalam menyiapkan atlet menuju level yang lebih tinggi.
Menurut Ita, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan sehingga diperlukan kompetisi berjenjang dan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, kejurnas menjadi momentum penting bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus membuka peluang masuk dalam pembinaan nasional.
Dia berharap atlet junior yang tampil dapat memasang target jangka panjang hingga menembus kompetisi-kompetisi tingkat dunia.
Federasi menilai kompetisi nasional menjadi pijakan awal sebelum atlet melangkah ke PON, SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
“Gimnastik sekarang sudah lebih dikenal sejak Rifda (Irfanaluthi) tampil di Olimpiade dan World Gymnastics, sehingga memberikan kepercayaan kepada federasi untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik yang tahun lalu sukses diselenggarakan,” ujar Ita.
Sementara itu, Kabid Binpres Federasi Gimnastik Indonesia Hesti Diwayanti menambahkan kategori senior pada Kejurnas kali ini dimulai dari usia 15 tahun agar persaingan lebih kompetitif. Sedangkan atlet elite pelatnas tidak diturunkan karena fokus menjalani pemulihan cedera dan menjaga kondisi.
“Seperti Abiyu, dia sedang cedera ACL (lutut-red) sehingga perlu pemulihan,” tutur dia.
Pada Kejurnas Gimnastik Junior-Senior 2026, sebanyak 72 atlet tercatat tampil di kategori putra atau MAG untuk tiga kategori yakni elite, senior, dan junior.
Sementara di putri atau WAG terdata 81 atlet yang akan tampil di tiga kategori yakni elite, senior, dan junior. Sedangkan RG sebanyak 49 atlet untuk kategori senior dan junior.
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Dewi Iriani
Copyright © PATROLIPOS 2026
