PROBOLINGGO, PATROLI POS
Musim angin membawa berkah tersendiri bagi para perajin layang-layang di Kota Probolinggo. Di sebuah rumah sederhana di wilayah Tajungan, Kelurahan Mangunharjo, denyut produksi layang-layang rumahan milik Rizkie Rachmat Hidayah (31) terus berpacu memenuhi permintaan pasar yang kian dinamis. Bersama sang istri, Husnul Hotimah, Rizkie menjadikan hobi masa kecil ini sebagai tumpuan ekonomi keluarga sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional.
Setiap harinya, pasangan suami istri ini telaten merakit bambu dan kertas menjadi berbagai jenis layang-layang. Dalam kondisi reguler, Rizkie mampu memproduksi sekitar 20 hingga 50 unit per hari. Namun, saat pesanan besar datang, kapasitas produksinya bisa melonjak drastis hingga mencapai 100 unit dalam sekali order untuk memenuhi permintaan dari luar daerah.
Pasar yang dijangkau pun tidak main-main. Produk buatan tangan dari Mangunharjo ini telah merambah berbagai wilayah di Jawa Timur, mulai dari Lumajang, Jember, Pasuruan, Malang, hingga Surabaya. Keberagaman model menjadi daya tarik utama, dengan harga yang sangat kompetitif mulai dari Rp1.000 untuk model sederhana hingga Rp25.000 untuk desain yang memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi.
Tidak hanya layang-layang harian, Rizkie juga melayani segmen khusus yakni layang-layang lomba. Untuk jenis ini, ia sanggup menyelesaikan sekitar 20 unit per hari dengan harga yang bervariasi antara Rp7.000 hingga Rp25.000, tergantung pada motif dan tingkat kesulitan pembuatannya. Guna melengkapi kebutuhan para penggemar, ia juga menyediakan berbagai jenis benang, mulai dari harga Rp2.000 hingga benang berkualitas merek tertentu seharga Rp200.000.
Meski harus berkejaran dengan waktu saat permintaan datang bersamaan, Rizkie tetap menjaga kualitas setiap unit yang dihasilkan. Baginya, usaha ini bukan sekadar urusan dapur, melainkan kebanggaan bisa mempertahankan eksistensi layang-layang di tengah gempuran zaman digital. Ia berharap ke depan kapasitas produksinya bisa terus berkembang seiring dengan semakin luasnya jangkauan pasar yang ia sasar. (Fahrul Mozza).
