PROBOLINGGO, PATROLI POS
PP. Mambaul Ulum terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan keagamaan berbasis pesantren. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan kunjungan dan pembinaan yang dilakukan jajaran PDMA Jawa Timur di lembaga yang berdiri sejak tahun 2004 tersebut. Selasa 19/05/2026.
Dalam kegiatan itu, Katim PDMA Jawa Timur, Maimun, menekankan pentingnya penerapan SPM (Standar Pelayanan Minimal) sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan madrasah diniyah dan pesantren. Menurutnya, penataan administrasi, penguatan tata kelola lembaga, serta perbaikan sarana dan prasarana harus menjadi perhatian utama agar layanan pendidikan kepada santri semakin optimal.
“Lembaga pendidikan diniyah harus terus berkembang, baik dari sisi administrasi, pelayanan maupun kualitas pembelajaran. Madrasah diniyah juga harus mampu mendukung pendidikan formal sehingga implementasinya berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pesantren untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan tidak alergi terhadap pendidikan umum (ulum). Selain itu, konsep pesantren ramah anak perlu terus dikedepankan sebagai bagian dari pelayanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi santri.
Pengasuh pesantren menyampaikan bahwa cita-cita utama PP. Mambaul Ulum adalah melahirkan santri yang tafaqquh fiddin, yakni memiliki pendalaman ilmu agama secara menyeluruh. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ula Kurniawan, Jailani, dan Safinagunnajah.
Pada jenjang wustha, santri dibina untuk menguasai berbagai disiplin ilmu keislaman seperti Fathul Qorib, fikih, usul fikih, mustholah hadis, faraid, dan balaghah. Sedangkan pada jenjang ulya, kajian kitab meliputi Fathul Mu’in, Ayatul Ahkam, Bulughul Maram, dan kitab-kitab turats lainnya.
Santri di pesantren ini berasal dari berbagai daerah, khususnya wilayah Madura seperti Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan. Sejumlah lulusan jenjang ulya juga telah melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi Islam, di antaranya UIN Sunan Ampel dan UIN KHAS Jember.
Di tengah mayoritas masyarakat sekitar yang berprofesi sebagai petani dan pedagang, keberadaan pesantren dinilai menjadi pusat pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan masyarakat. Dengan penguatan SPM dan tata kelola lembaga, PP. Mambaul Ulum diharapkan semakin mampu menghadirkan layanan pendidikan diniyah yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. (Mp/Red**).
