PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan bersama lintas sektor menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mempersiapkan generasi unggul yang siap membangun rumah tangga harmonis dan berkualitas.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Kasi Bimas Islam Kecamatan Kraksaan, M. Imamuddin Nur Fajri, tenaga kesehatan, penyuluh agama, serta unsur pemerintah kecamatan yang bersinergi memberikan pembinaan kepada para peserta.
Kepala KUA Kraksaan, M. Amin, menegaskan bahwa bimbingan perkawinan memiliki peran strategis dalam membentuk keluarga sakinah yang kokoh menghadapi tantangan zaman.
“Bimbingan perkawinan ini merupakan langkah penting untuk mempersiapkan generasi unggul yang siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Pernikahan tidak cukup hanya dengan kesiapan administrasi, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan sosial,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas masyarakat dan masa depan bangsa. Karena itu, calon pasangan suami istri perlu dibekali pemahaman yang matang mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kecamatan Kraksaan, M. Imamuddin Nur Fajri, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ketahanan keluarga dan pencegahan konflik rumah tangga.
Kegiatan Bimwin tersebut menghadirkan berbagai materi, mulai dari komunikasi efektif dalam keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berumah tangga.
Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi kegiatan. Selain mendapatkan materi pembinaan, peserta juga diberi kesempatan berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang kerap muncul dalam kehidupan keluarga.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Kraksaan berharap dapat melahirkan keluarga-keluarga yang harmonis, tangguh, dan mampu menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, religius, dan sejahtera. (Mp/Red**).
