PROBOLINGGO, PATROLI POS
Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Cabang Kabupaten Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam mentransformasi mutu pelayanan publik di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA). Komitmen tersebut dibuktikan melalui langkah taktis Ketua APRI Kabupaten Probolinggo, Muh. Amin, yang memimpin langsung kegiatan visitasi dalam rangka Pembinaan dan Pemantapan Zona Integritas (ZI) di KUA Kecamatan Krucil pada Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan strategis ini, Muh. Amin didampingi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Imammuddin Nur Fajri. Sinergi lintas sektoral ini menegaskan keseriusan Kemenag Probolinggo dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Sebagai motor penggerak para penghulu, Muh. Amin menegaskan bahwa penerapan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan formalitas administratif. Menurutnya, ZI merupakan orientasi baru dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Krucil yang memiliki karakteristik geografis yang cukup menantang.
“Kami di APRI berkomitmen penuh agar seluruh penghulu menjadi garda terdepan dalam penegakan integritas. KUA Krucil harus mampu membuktikan bahwa keterbatasan jarak atau wilayah bukan halangan untuk menghadirkan pelayanan nikah dan bimbingan keagamaan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tegas Muh. Amin di sela-sela kegiatan.
Langkah proaktif APRI ini mendapat apresiasi positif dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur. Ia menekankan bahwa kehadiran jajaran pimpinan dalam pembinaan ini bertujuan untuk memastikan seluruh instrumen kelayakan ZI benar-benar terimplementasi secara riil di lapangan, mulai dari aspek tata laksana hingga kualitas output pelayanan publik.
Sejalan dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam, Imammuddin Nur Fajri, menambahkan bahwa pemantapan ZI di KUA Krucil diproyeksikan menjadi barometer bagi KUA lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Proses visitasi kali ini meliputi evaluasi komprehensif terhadap standar pelayanan, inovasi digitalisasi layanan skema pernikahan, hingga aspek keterbukaan informasi publik.
Melalui visitasi bersama ini, Ketua APRI berharap KUA Krucil dapat segera meraih predikat Zona Integritas secara penuh. Langkah ini sekaligus diharapkan mampu memotivasi seluruh SDM penghulu untuk terus menjaga marwah profesi dengan menutup rapat celah gratifikasi serta segala bentuk pungutan liar. (INF/Red**).
