PROBOLINGGO, PATROLI POS
Bupati Probolinggo Gus Haris, M.Kes secara resmi meresmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (3/9/2026). Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat sarana ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat pembinaan karakter dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo, anggota DPRD Edi Susanto, jajaran Kabag Kesra Setda, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, Kepala KUA Dringu, jajaran Forkopimca, serta tokoh agama setempat.
Kepala Desa Pabean, Sulistiyono, menyampaikan bahwa pembangunan tempat ibadah seluas ini murni lahir dari inisiatif serta swadaya masyarakat setempat. Dimulai sejak 6 Juni 2023 dan rampung pada 14 Agustus 2026, pembangunan fisik masjid menelan total anggaran hingga Rp2,388 miliar yang dihimpun dari donasi warga, Pemerintah Desa Pabean, serta bantuan berbagai pihak.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Haris menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat gotong royong warga Desa Pabean. Ia menekankan agar kemegahan fisik bangunan masjid yang menelan biaya miliaran rupiah ini diimbangi dengan upaya meramaikan dan memakmurkan kegiatan di dalamnya.
“Harapannya, masjid ini tidak hanya ditunjang dengan bangunan yang megah, tetapi juga benar-benar makmur dengan kegiatan ibadah serta menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan umat,” ujar Gus Haris.
Mengaitkan momen peresmian dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Gus Haris dia pun mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW (Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq) dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Ia berharap keberadaan Masjid Jami’ Al-Firdaus membawa dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi warga sekitar.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, menegaskan bahwa selesainya pembangunan fisik hanyalah awal dari tanggung jawab masyarakat. Ukuran keberhasilan masjid dinilai dari sejauh mana dampaknya terhadap kehidupan jemaah. Menurutnya, masjid harus dikelola secara terbuka dan inklusif sebagai ruang pendidikan, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ekonomi umat. (Muh. Hefni M).
