BANYUWANGI, PATROLI POS
Upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan tugas Pendidikan Agama Islam (PAIS) terus digencarkan lintas wilayah. Melalui Rapat Kerja Seksi PAIS Wilayah Kerja Timur (Wilkertim), jajaran PAIS dari Kabupaten dan Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember, serta Banyuwangi berkumpul di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi pada Selasa (22/9/2026). Forum ini digelar sebagai ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan menyusun langkah bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., menegaskan pentingnya tata kelola PAIS yang mampu menjembatani program Kementerian Agama dengan Dinas Pendidikan. Menurutnya, keterpaduan dan manajemen yang cermat sangat dibutuhkan agar pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah dapat berjalan secara optimal dan terarah.
Salah satu fokus utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah tantangan moralitas siswa di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan dunia digital. Penggunaan gawai tanpa pengawasan dinilai berpotensi mengganggu perhatian serta konsentrasi siswa dalam proses pembelajaran. Situasi ini menjadi ujian tersendiri bagi para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di lapangan.
Menanggapi fenomena tersebut, para Guru PAI dituntut untuk tidak lagi terpaku pada pola pembelajaran konvensional. Metode pengajaran perlu ditransformasi agar lebih inovatif, komunikatif, dan relevan dengan karakter anak zaman sekarang. Pembelajaran agama tidak boleh lagi berhenti pada hafalan materi semata, melainkan harus mampu menanamkan kesadaran spiritual, pembentukan karakter, serta penanaman akhlak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Rapat kerja lintas daerah ini diharapkan tidak menguap begitu saja sebagai agenda seremonial tahunan. Seluruh hasil pembahasan ditargetkan dapat langsung diterjemahkan menjadi aksi konkret di wilayah masing-masing. Sinergi yang kuat antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, pengelola PAIS, serta para guru menjadi kunci utama dalam mewujudkan pendidikan agama yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa menanggalkan nilai-nilai moral dan spiritual. (Jay/Red**).
