PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Urusan Agama (KUA) Kraksaan menggelar sosialisasi dan bimbingan kepenyuluhan bagi para siswa Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MA NU) Kraksaan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menyasar generasi muda untuk memberikan pemahaman komprehensif terkait risiko pernikahan usia dini serta pentingnya pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kraksaan, Ita Kurnia, memaparkan secara detail berbagai dampak negatif pernikahan anak, mulai dari risiko kesehatan reproduksi, gangguan kondisi psikologis, hingga konsekuensi sosial yang kerap memicu masalah di kemudian hari. Pada sesi lain, Abdul Basit menyampaikan materi mengenai pentingnya menuntut ilmu sebagai fondasi utama bagi remaja dalam meraih cita-cita.
Kepala KUA Kraksaan, Muchlison, yang hadir didampingi tim penyuluh agama lainnya, turut memberikan arahan terkait peran dan pelayanan KUA bagi masyarakat. Acara ini juga dihadiri oleh penyuluh agama Katolik, Antonius Hadi, sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan pendidikan.
Kepala MA NU Kraksaan, Samsul Ma’arif, menyambut baik dan mengapresiasi edukasi lintas sektor ini. Pihak sekolah berharap pembekalan tersebut dapat membentengi para siswa dari pernikahan dini serta memotivasi mereka untuk berfokus pada pendidikan demi masa depan yang lebih matang. (Red**).
Sumber : Bimas Islam Kab.Probolinggo
