BOGOR, PATROLI POS
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi membongkar jaringan penampungan sepeda motor tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di dua lokasi berbeda di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Dari penggerebekan tersebut, petugas menyita 19 unit sepeda motor serta mengamankan empat orang yang diduga terlibat. Jumat 09/10/2026.
Penggerebekan berawal dari aduan masyarakat yang curiga melihat aktivitas penumpukan puluhan sepeda motor tanpa pemilik di area permukiman. Menindaklanjuti laporan warga, petugas bergerak menyisir kompleks perumahan di kawasan Jatisari serta area parkir Terminal Cileungsi pada malam hari.
Selain mengamankan 19 unit sepeda motor dari berbagai merek, polisi menyita sejumlah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan puluhan pelat nomor tanpa BPKB. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga kuat berasal dari tindak pidana penggelapan yang hendak diselundupkan ke luar daerah menggunakan jasa travel dan bus antar-kota.
Dari empat orang yang ditangkap, masing-masing memiliki peran berbeda dalam jaringan ini. Dua orang bertindak sebagai penyimpan sekaligus penadah barang hasil kejahatan, sedangkan dua lainnya bekerja sebagai juru parkir penampungan.
Kapolsek Cileungsi, Edison, menjelaskan bahwa penggerebekan di Terminal Cileungsi menjadi kunci pengungkapan jaringan pengirim antar-provinsi.
“Setelah kami cek di lokasi kedua, yaitu Terminal Cileungsi, didapati 6 unit motor dan dua orang di sana. Hasil interogasi awal menunjukkan salah satu pelaku berinisial AL bertindak sebagai penadah sekaligus pengirim barang ke wilayah Lampung, sedangkan pelaku berinisial AI berperan sebagai joki,” ujar Edison.
Berdasarkan pemeriksaan awal, AL mengaku telah menjalankan aksi penadahan ini sejak tahun 2014. Selama periode tersebut, diduga lebih dari 200 unit sepeda motor bodong—didominasi tipe Honda Beat, Vario, hingga PCX—telah dikirim ke wilayah Jawa Tengah dan Sumatra. Dari setiap unit kendaraan yang dijual, penadah mampu meraup keuntungan hingga Rp3 juta, sedangkan upah harian penadah 20-50 Ribu Rupiah.
Saat ini, seluruh barang bukti beserta para pelaku telah diamankan di Mapolsek Cileungsi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menelusuri asal-usul kendaraan serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini. (Presta).
