PROBOLINGGO, PATROLI POS
Suasana khidmat yang di pusatkan di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan ribuan layar pertemuan maya pada Selasa (20/10/2026). Sebanyak lebih dari 4.500 peserta yang terdiri dari ASN Kemenag, pengurus KUA, pengajar dan siswa madrasah (MI, MTs, MA), santri pondok pesantren, Madrasah Diniyah Takmiliyah, TPQ, Ma’had Aly, hingga Pendidikan Diniyah Formal di seluruh penjuru kabupaten berkumpul menggelar Khotmil Qur’an dan pembacaan Shalawat 4.444 secara serentak.
Kegiatan berkonsep hibrid ini digelar sebagai wadah penguatan spiritualitas sekaligus momentum menyambut peringatan Hari Santri 2026. Melalui gerakan spiritual bersama ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo berupaya membumikan kembali tradisi mengaji dan bershalawat di tengah kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan birokrasi pemerintahan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, mengimbau seluruh jajaran dan elemen pendidikan keagamaan untuk menjadikan pembacaan Al-Qur’an serta shalawat sebagai kebiasaan yang terus dihidupkan, baik di rumah maupun di tempat kerja. Menurutnya, amalan spiritual tersebut merupakan landasan moral utama bagi para aparatur negara dalam mengemban amanah dan melayani masyarakat.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Samsur menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi erat antara Kemenag, lembaga pendidikan, dan pondok pesantren. Momentum Hari Santri, tegasnya, harus dimaknai untuk mengenang jejak sejarah perjuangan para ulama dan santri—termasuk ikrar Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang memicu Pertempuran 10 November di Surabaya.

Nilai historis tersebut diharapkan tidak berhenti pada peninggalan sejarah semata, melainkan ditransformasikan ke dalam kerja nyata dan program pengembangan kualitas sumber daya manusia yang religius, berilmu, serta berdaya saing tinggi. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bagi para ASN Kemenag untuk senantiasa menjaga loyalitas, kedisiplinan, dan integritas demi menghadirkan pelayanan publik yang profesional serta dapat menjadi teladan bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung penuh kebersamaan ini diakhiri dengan tradisi khas pesantren, yakni makan tumpeng bersama atau polo’an ala santri. Melalui rangkaian agenda ini, Kemenag Kabupaten Probolinggo optimistis sinergisitas antar lembaga keagamaan akan semakin solid dan budaya keagamaan kian mengakar kuat di wilayah Probolinggo. (Mp/Red**).
