PROBOLINGGO, PATROLI POS
Hembusan angin laut di kawasan Pantai Bentar, Kecamatan Dringu, menjadi saksi dimulainya babak baru pariwisata Kabupaten Probolinggo. Alunan doa dan istighosah menggema syahdu mengiringi Soft Opening kawasan wisata Seven Beaches, Jumat pagi (6/11/2026).
Langkah pengembangan destinasi wisata pesisir ini sengaja diawali dengan ikhtiar spiritual. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo hadir mengawal momen krusial tersebut, memohon keberkahan agar setiap jengkal pembangunan membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa daya tarik wisata tak cukup hanya mengandalkan keindahan visual dan fasilitas fisik. Fondasi spiritual dan tanggung jawab kelestarian alam harus menjadi pijakan utama.
“Melalui istighosah ini, kita memohon pertolongan Allah SWT agar Seven Beaches berkembang menjadi tempat yang membawa berkah. Pariwisata harus menggerakkan roda ekonomi warga, namun tetap menjunjung tinggi nilai agama, budaya lokal, dan kelestarian lingkungan,” tutur Samsur.
Semangat yang sama ditekankan oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Probolinggo, H. Muhammad Imam Mudin Nur Fajri, S.Ag., M.HI. Menurutnya, ritual doa bersama ini adalah bentuk pengingat moral agar kawasan wisata ini tumbuh menjadi ruang publik yang sehat.
“Kami berharap Seven Beaches menjadi destinasi yang ramah, aman, dan nyaman untuk semua kalangan. Kemajuan ekonomi harus berjalan selaras dengan penguatan moralitas dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Melalui integrasi antara ikhtiar fisik dan doa, kehadiran Seven Beaches diproyeksikan tidak hanya mempercantik lanskap pesisir Dringu, tetapi juga menjadi simpul ekonomi baru yang berakar pada nilai-nilai kebaikan masyarakat Probolinggo. (Red**).
