PROBOLINGGO, PATROLI POS
Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme, Wonomerto, terus memperkuat kualitas pendidikan dan sinergi kelembagaan melalui peran aktif alumni dan masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan *Haul Masyayikh & Reuni Akbar* yang digelar di PP. Al-Barokah, dihadiri jajaran pengurus Jam’iyah Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, wali santri, serta para alumni.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah, KH. Muhammad Hasan Siddiq, menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan pesantren merupakan tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya peran alumni sebagai ujung tombak dalam mendukung dan mengembangkan lembaga.
“Berjuang untuk lembaga adalah bagian dari pengabdian. Alumni harus memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki, serta mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama memajukan pesantren,” ujarnya.
Ia menambahkan, temu alumni tidak sekadar menjadi ajang silaturahim, melainkan momentum strategis untuk menghidupkan semangat khidmah terhadap lembaga. Alumni diharapkan hadir sebagai penggerak yang menjaga eksistensi dan perkembangan pesantren di tengah masyarakat.
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, pada tahun ajaran baru Madrasah Diniyah Al-Barokah akan diperkuat dengan kurikulum sidogiri 70 persen berbasis agama dengan penerapan metode Al-Miftah. Selain itu, program pembelajaran Al-Qur’an dan tahfidz terus dikembangkan sebagai fondasi pembentukan karakter santri.
“Meski pondok ini tergolong kecil, kami optimistis mampu melahirkan lulusan berkualitas, didukung tenaga pendidik yang mayoritas telah menempuh pendidikan strata dua,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Pondok Pesantren Al-Barokah kini telah bergabung sebagai madrasah binaan Pondok Pesantren Sidogiri dengan kurikulum yang mengacu pada pesantren pusat. Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan mutu dan arah pembinaan pendidikan pesantren.
Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori, menyambut baik langkah penggunaan metode pembelajaran dari Pesantren Sidogiri tersebut. Menurutnya, inovasi kurikulum diniyah menjadi kunci dalam mencetak generasi santri yang unggul.
“Penggunaan metode pesantren Sidogiri merupakan bagian dari optimalisasi dan inovasi kurikulum diniyah, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang tafaqquh fiddin, mendalam dalam pemahaman agama,” ujarnya.
Ansori juga menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, lembaga pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Ketiga fungsi tersebut harus terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai fondasi masa depan pesantren, agar tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, *Habib Fahmi bin Ahmad Al-Muhdhor* mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah dan istiqamah pasca Ramadhan. Ia menekankan bahwa ukuran kebaikan seseorang terletak pada panjang umur yang diisi dengan amal ibadah serta ketaatan kepada Allah SWT.
“Jangan menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah sepanjang waktu. Tanda diterimanya puasa adalah ketika semangat ibadah tetap terjaga setelah Ramadhan,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai sumber keberkahan hidup. Menurutnya, setinggi apa pun ilmu dan harta, tidak akan membawa keberkahan jika seseorang durhaka kepada orang tuanya.
“Perbaiki sikap kita kepada orang tua. Jangan sampai lembut kepada orang lain, namun keras kepada orang tua. Di situlah letak kekeliruan yang harus dibenahi,” pesannya.
Selain itu, Habib Fahmi mengajak jamaah untuk menjaga silaturahim, menjauhi sifat iri dan dengki, serta tidak melupakan jasa para guru dengan senantiasa mendoakan mereka. Momentum Idul Fitri, lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan membersihkan hati.
“Dunia akan terasa sempit jika dipenuhi kebencian, namun akan terasa luas jika kita saling berbuat baik,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Rois MWCNU KH. Abdul Malik Damanhuri, Perwakilan PCNU, Ketua MWCNU Muhammad Muhsin, para pengurus NU, alumni, wali santri, serta tokoh agama dan masyarakat sekitar. Kebersamaan ini diharapkan semakin memperkuat ukhuwah dan komitmen bersama dalam memajukan Pondok Pesantren Al-Barokah. (Mp/Red**).
