PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kabid PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Imam Turmudzi, dalam rangka pemantauan langsung pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) PKPPS Tahun 2026 di sejumlah pondok pesantren. Pada Rabu 08/04/2026.
Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, serta Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kabupaten Probolinggo, sebagai bentuk sinergi dan dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan pesantren.
Berdasarkan data pelaksanaan tahun 2026, jumlah peserta UAN PKPPS di Kabupaten Probolinggo tercatat sebanyak 864 santri, yang terdiri dari 64 peserta jenjang Ula, 510 peserta jenjang Wustho, dan 290 peserta jenjang Ulya.
Dalam agenda kunjungan, Dr. Imam Turmudzi melakukan monitoring di Pondok Pesantren Fatahillah, Kecamatan Gending, serta Pondok Pesantren Zainul Hasanain Genggong, Kecamatan Pajarakan, dengan fokus pada kesiapan teknis, pelaksanaan ujian, serta tertib administrasi lembaga.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Samsur juga menyampaikan penguatan kebijakan terkait pengembangan pesantren inklusi, dengan mencontohkan Pesantren Sabilillah sebagai salah satu model yang terus didorong pengembangannya agar mampu memberikan layanan pendidikan yang ramah bagi semua kalangan, termasuk santri berkebutuhan khusus.
Selain itu, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo secara intens terus melakukan pendampingan terhadap implementasi Pesantren Ramah Anak (PSA) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan anak di lingkungan pesantren.
Sementara itu, Kabid PD Pontren Jatim menegaskan pentingnya pengawalan terhadap program-program unggulan pesantren agar dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata.
“Program unggulan harus terus dikawal secara serius agar dapat menjadi pilot project yang berhasil dan dapat direplikasi oleh pesantren lainnya,” jelasnya.
Sebelumnya, tim Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Timur yang diwakili oleh Bak Alvin, Mas Reza, dan Yuyun, bersama tim PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo juga telah melaksanakan monitoring di sejumlah pesantren, di antaranya Pondok Pesantren Al-Hadi Al-Musfiyah Tongas, Pondok Pesantren Thuhfatut Thullab, dan Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Bantaran.
Dalam kegiatan tersebut, selain melakukan evaluasi pelaksanaan UAN, tim juga memberikan penguatan program strategis seperti One Pesantren One Product (OPOP) serta implementasi Pesantren Ramah Anak (PSA).
Perwakilan tim, Mas Reza, turut menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan pesantren. “Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan optimalisasi kegiatan belajar mengajar di lingkungan pesantren sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo kembali mengingatkan pentingnya ketertiban administrasi sebagai fondasi tata kelola lembaga yang baik. “Tertib administrasi menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pelaksanaan UAN PKPPS maupun program penguatan pesantren lainnya,” tegasnya.
Dengan sinergi yang kuat antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan pondok pesantren, diharapkan kualitas pendidikan pesantren di Kabupaten Probolinggo terus meningkat secara komprehensif, baik dari aspek akademik, kelembagaan, maupun lingkungan pendidikan. (Mp/Red**).
