Probolinggo, Patrolipos
Desa Laweyan dan Banjarsari Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan dua orang Kepala Laboraturium (Ka. Lab.) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Beliau adalah Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. (Ka. Lab. Administrasi Publik) dan Nurul Azizah, S.AB., M.AB. (Ka. Lab. Inkubator Bisnis & Cyber Marketing) pada Rabu-Kamis, 5-6 April 2023.
Dalam Sambutannya, Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. menegaskan, bahwa kedatangannya membawa misi khusus, yaitu penjajakan potensi kerja sama untuk membantu desa dalam mewujudkan smart village atau desa cerdas. Smart Village adalah konsep pembangunan pedesaan yang memanfaatkan kemajuan teknologi informasi/digitalisasi di segala bidang. Melalui digitalisasi tersebut, diharapkan pembangunan akan lebih efektif dan efisien sehingga kemandirian desa akan lebih cepat terwujud.

Terdapat 4 aspek/pilar penting yang dapat dilaksanakan untuk mewujudkan smart village, yaitu:
smart people, masyarakat yang mampu mengakses dan menggunakan teknologi informasi untuk mempermudah aktivitas sehari-hari; smart living, tata kelola kehidupan sehari-hari yang berkualitas, sehat, baik lingkungan alam maupun sosial serta infrastruktur/sarana prasarana di dalamnya.
smart governance, yaitu penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital; smart economi, digitalisasi aktivitas ekonomi/bisnis;
Untuk Lab. Administrasi Publik akan berfokus pada aspek smart governance, yaitu optimalisasi tata kelola pemerintahan dan layanan publik di desa berbasis digital.
Tujuannya adalah agar tata kelola pemerintahan dan layanan publik di desa dapat lebih efektif, efisien, akuntabel dan berdaya saing. Ujar Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP.
Selanjutnya, Nurul Azizah, S.AB., M.AB. menyoroti pentingnya mengembangkan smart economi di desa melalui digitalisasi. Digitalisasi ekonomi adalah hal yang sangat penting untuk diwujudkan di era modern saat ini.
Digitalisasi akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis di desa. Untuk itu, bisnis yang ada di desa, baik UMKM maupun BUMDES perlu menerapkan digitaliasi, setidaknya dalam aspek pemasaran melalui cyber marketing.
Cyber marketing dapat memperluas jangkauan pemasaran produk desa yang mungkin sebelumnya belum dikenal atau jangkauan pemasarannya terbatas. Ini tentu saja akan meningkatkan bisnis di desa, baik UMKM dan BUMDES.
Adapun kegiatan yang dapat ditawarkan adalah Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan-pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Harapannya, melalui Tri Dharma tersebut, secara bertahap smart village dapat diwujudkan. Nantinya, yang akan berkegiatan di desa bukan hanya mahasiswa KKN, tapi juga dosen, laboran, dan elemen lainnya.
Di Desa Laweyan, Dua Ka. Lab. UPN “Veteran” Jawa Timur tersebut, disambut oleh Bapak Sekdes Idris Hidayatulloh, M.Pd. Sedangkan di Desa Banjarsari, tim disambut oleh Bapak Kades Moch. Abdul Wahid. Dalam sambutannya, baik Desa Laweyan maupun Banjarsari menyatakan kesediaannya untuk menerima penjajakan kerja sama dalam mewujudkan smart village. Semoga apa yang telah dicapai ini bisa memberikan kemanfaatan baik untuk Desa Laweyan, Desa Banjarsari maupun UPN “Veteran” Jawa Timur. Pungkasnya.
Reporter : Sayful
Penulis : Kalvin Edo Wahyudi, S.Sos., M.KP. & Nurul Azizah, S.AB., M.AB.
