PROBOLINGGO, PATROLI POS
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Pembinaan Karakter dan Mental Spiritual (Binkarsital) ASN bagi pegawai Kantor Induk yang diikuti oleh seluruh Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kamis (07/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen ASN dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, penguatan Zona Integritas, serta membangun budaya kerja yang profesional dan humanis.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terhadap kinerja pelayanan yang selama ini telah berjalan. Dalam pembinaannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran atas capaian Kabupaten Probolinggo yang berhasil sampai pada tahap penilaian Tim Penilai Internal (TPI) dalam pembangunan Zona Integritas.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras bersama seluruh ASN yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo atas perjuangan dan kerja samanya sehingga kita bisa sampai pada penilaian TPI. Ini adalah capaian bersama yang patut disyukuri,” ujar Samsur.
Ia menegaskan bahwa perjalanan pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada proses penilaian semata. Ke depan, seluruh jajaran diharapkan mampu terus melakukan perbaikan dan penguatan agar dapat melangkah menuju penilaian Tim Penilai Nasional (TPN) demi meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) maupun Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dalam arahannya, Samsur juga mengingatkan pentingnya menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik dalam membangun kualitas pelayanan. Ia mengutip ungkapan “Experience is the best teacher” sebagai motivasi agar seluruh ASN terus belajar dari setiap proses yang telah dilalui.
“Semoga pengalaman yang telah kita lalui menjadi pelajaran berharga untuk menjadi lebih baik lagi ke depan. Jangan cepat puas, karena tantangan pelayanan publik akan terus berkembang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ASN Kementerian Agama adalah pelayan masyarakat yang memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi pelayanan publik harus terus dilakukan, khususnya melalui penguatan peran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai garda terdepan pelayanan.
“Kita sedang berupaya memaksimalkan peran seluruh SDM terdepan kita di PTSP agar pelayanan publik benar-benar optimal dan memberikan kepuasan kepada masyarakat,” jelasnya.
Samsur juga mengajak seluruh pegawai untuk membuka hati dan pikiran dalam memberikan pelayanan maksimal, serta membangun budaya kerja yang saling mendukung dan menguatkan. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan semangat “KIS” yang merupakan akronim dari Kolaborasi, Integrasi, dan Sinergi sebagai fondasi utama dalam bekerja.
“Mari bersama-sama kita kuatkan KIS: Kolaborasi, Integrasi, dan Sinergi. Dengan kebersamaan dan saling mendukung, pekerjaan akan terasa lebih ringan dan hasilnya akan lebih maksimal,” tegasnya.
Selain itu, budaya 3S yakni Senyum, Salam, dan Sapa juga kembali ditekankan sebagai bagian penting dalam pelayanan publik yang humanis dan ramah. Menurutnya, sikap sederhana tersebut mampu memberikan kesan positif dan kenyamanan bagi masyarakat yang datang memperoleh layanan.
Tidak hanya membahas pelayanan, Samsur juga mengingatkan seluruh ASN untuk turut berperan dalam membantu negara melalui penghematan energi di lingkungan kerja. Disiplin penggunaan listrik dan fasilitas kantor menjadi bagian dari tanggung jawab bersama sebagai aparatur negara.
Di bidang tata kelola administrasi, ia menegaskan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) akan terus diperkuat agar pelayanan berjalan lebih efektif dan terukur. Pengelolaan data juga menjadi perhatian penting yang harus terus dibenahi agar data yang dimiliki dapat tersaji dengan baik, akurat, dan siap digunakan secara berkala.
“Pengelolaan data harus lebih baik dan siap saji. Data yang valid dan tertata akan sangat membantu dalam mendukung kebijakan dan pelayanan,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Samsur mengajak seluruh ASN untuk terus memperbaiki diri dengan meneladani hal-hal baik dari sesama rekan kerja. Ia mengingatkan agar tidak sibuk mencari kekurangan orang lain, melainkan fokus pada upaya menjadi pribadi yang lebih baik.
“Mari kita jangan bercermin pada kaca yang retak. Mari melihat dan meneladani sesama teman yang baik agar kita juga menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Binkarsital ASN ini, diharapkan seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo semakin memperkuat integritas, profesionalitas, dan semangat pelayanan demi mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan melayani masyarakat secara optimal. (Mp/Red**).
