PROBOLINGGO, PATROLI POS
Suasana khidmat dan penuh semangat mengiringi pelaksanaan apel perdana pasca Hari Raya Idulfitri di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU), Mohammad Sa’dun, dengan didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa), serta Penyelenggara Hindu. Senin 30/03/2026.
Turut hadir dalam apel tersebut para analis SDM, perencana, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo. Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, pada saat yang sama menghadiri kegiatan halal bihalal di MAN 2 Probolinggo.

Dalam arahannya, Mohammad Sa’dun menegaskan bahwa momentum pasca Lebaran harus dimaknai sebagai titik awal untuk melakukan reset dan penataan ulang terhadap agenda kerja yang sempat terhenti selama bulan Ramadan dan cuti bersama. “Saatnya kita kembali fokus, merapikan kembali program dan agenda yang sempat tertunda. Momentum ini harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada hari yang sama, enam orang perwakilan Kemenag Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan pembinaan Zona Integritas di Surabaya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Selain itu, para kepala seksi juga telah dijadwalkan untuk melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai satuan kerja, termasuk Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah di seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kedisiplinan ASN serta optimalisasi pelayanan publik tetap berjalan dengan baik pasca libur panjang.
Dalam penutup arahannya, Kasubbag TU mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum waktu dengan bijak, seraya mengutip dawuh penuh hikmah dari ulama kharismatik, KH. Maimoen Zubair.
Ia menyampaikan bahwa bulan Maret adalah waktu untuk menanam, sementara bulan April adalah masa untuk menuai hasil dari apa yang telah diupayakan sebelumnya. “Sebagaimana dawuh KH. Maimoen Zubair, bulan Maret adalah bulan menanam dan bulan April adalah bulan panen. Artinya, apa yang kita lakukan sebelumnya akan sangat menentukan hasil ke depan. Jika sejak awal kita menanam kebaikan, kerja keras, dan kesungguhan, maka insyaallah kita akan memetik hasil yang baik pula,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa makna “panen” tidak semata dalam bentuk materi, melainkan juga mencakup capaian kinerja, keberkahan dalam tugas, serta kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Mari kita awali bulan ini dengan semangat baru, kerja yang tertata, serta komitmen kuat dalam mengabdi. Insyaallah, apa yang kita tanam dengan baik akan kita tuai dengan hasil yang membawa manfaat luas,” pungkasnya.
Apel perdana ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas kerja secara optimal di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, dengan harapan seluruh jajaran dapat terus meningkatkan sinergi, profesionalisme, dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Mp/Red**).
