PROBOLINGGO, PATROLI POS
Dalam upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan aparatur, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bekerja sama dengan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menggelar Khotmil Qur’an di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Jumat (31/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan mental dan spiritual aparatur negara di lingkungan Kemenag, sebagaimana terus digaungkan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd.I yang saat ini sedang menghadiri pertemuan penting di Jatim.
Pembinaan rohani merupakan pilar penting dalam membangun integritas dan karakter ASN Kementerian Agama. “Selain Bimbingan Karier dan Mental (Binkarsital), kegiatan seperti Khotmil Qur’an, istighotsah, sholawat, dan dzikir adalah cara kita menumbuhkan jiwa spiritual dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ini kita rangkum dalam semangat KISS ME — Khotmil Qur’an, Istighotsah, Sholawat Nabi, dan Mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.
Terpisah, Kasi Bimas Islam dengan didampingi Kasi PAIS dan Kasi PD Pontren menegaskan, ASN Kemenag harus menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kekuatan spiritual agar mampu menjalankan tugas pelayanan publik dengan tulus dan berintegritas tinggi.

Keutamaan Membaca dan Mengkhatamkan Al-Qur’an
Kegiatan Khotmil Qur’an ini memiliki makna yang sangat mendalam, sebab membaca dan mengamalkan Al-Qur’an merupakan amal yang paling utama. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan salat serta menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”
(QS. Fāṭir [35]: 29)
Ayat ini menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an adalah investasi amal yang tidak akan sia-sia, karena di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya kehidupan bagi manusia.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.”
(HR. Tirmidzi)
Dengan demikian, setiap lantunan ayat Al-Qur’an yang dibaca menjadi sumber keberkahan dan penenang hati bagi individu maupun lingkungan kerja.
Hikmah Spiritual untuk Keselamatan Bangsa dan Negara
Selain sebagai amalan pribadi, kegiatan Khotmil Qur’an juga membawa hikmah besar bagi keselamatan bangsa dan negara. Melalui doa bersama dan lantunan ayat suci, umat beriman memohon perlindungan agar Indonesia senantiasa dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan berbagai ujian sosial.
Allah SWT berfirman:
“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, selama mereka beristighfar.”
(QS. Al-Anfāl [8]: 33)
Ayat ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti Khotmil Qur’an dan istighotsah menjadi perisai moral dan spiritual bagi keberlangsungan kehidupan bangsa. “Membaca dan mengamalkan Al-Qur’an bukan hanya membentuk pribadi yang saleh, tetapi juga menjadi doa kolektif untuk keselamatan negeri. Dari lingkungan Kemenag, kita harapkan lahir insan-insan Qur’ani yang menjadi penopang moral bangsa,” tambah Kasi Bimas Islam dalam sambutannya.
Kegiatan Khotmil Qur’an bil ghoib dan bin nadhir ini diakhiri dengan doa khatmil Qur’an, diiringi harapan agar seluruh ASN Kemenag senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat, agama, dan negara. Mp/Red**
