Probolinggo, Patrolipos
Peredaran rokok illegal mempengaruhi pemasukan negara dari cukai yang bocor. Hal tersebut disampaikan Nangko Pasaribu Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan kantor Bea Cukai Probolinggo saat memberikan materi sosialisasi Gempur Rokok Ilegal. Beberapa Hari Yang lalu di Balrom C Hotel Platinum Tunjungan Surabaya. Minggu (09/07/23)
Dalam Penyampaiannya. Nangko Pasaribu menjelaskan. “Kalau peredaran rokok illegal tidak dicegah maka itu akan berdampak pada penerimaan negara yang akan dikembalikan lagi kepada masyarakat,” Ucapnya.

Dirinya menegaskan, cukai rokok yang meningkat yang diikuti dengan naiknya harga rokok dimaksudkan untuk mengendalikan konsumsi masyarakat akan rokok. Cukai rokok yang diberikan para perokok untuk tiap batang Rp 800 untuk rokok kategori biasa dan Rp 900 untuk kategori rokok putih.
“Saat ini perokok di Indonesia mencapai 33,8% dari jumlah penduduk. Naiknya cukai yang diikuti dengan harga rokok adalah ikhtiar untuk mengendalikan konsumsi dan kami targetkan menjadi 33,2%,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bisa mendanai berbagai macam sector seperti kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum dan kesehatan. “Bisa juga untuk kesehatan. Sehingga optimalisasi agar tidak bocor karena rokok illegal harus terus dilakukan,” tegas Nangko Pasaribu Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan kantor Bea Cukai Probolinggo.
Sementara Itu, Walikota Probolinggo. Habib Hadi Zainal Abidin. Juga meminta para wartawan bisa menyampaikan informasi melalui akun pribadi media sosialnya sehingga bisa membantu pemerintah dalam memberantas rokok ilegal.
“Tulisan dan karya teman wartawan menjadi rujukan, panutan oleh publik. Termasuk berperan dalam melawan informasi hoax. Semoga tidak ada lagi masyarakat yang terkena razia rokok ilegal, karena sudah paham aturan,” Ujar Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.
Setelah Itu, Ketua F Wamipro ( Forum Wartawan Mingguan Probolinggo) Moch Suhri dalam penyampaian materinya. Menegaskan, siap mendukung kampanye pemberantasan rokok illegal sehingga pendapatan negara bisa dioptimalkan untuk kemudian dikembalikan kepada masyarakat. Sosialisasi melalui media bisa dilakukan dengan berbagai hal dan juga bisa dimaksudkan untuk mengembalikan kejayaan tembakau di Probolinggo pada masa lampau.
“Bisa kita libatkan Awak Media. Melalui penulisan dan lain sebagainya. Selain sebagai ajang adu kreativitas juga agar generasi muda tahu potensi-potensi tembakau yang ada di Probolinggo sehingga itu mengembalikan kejayaan tembakau pada masa lampau, ujar Ketua Umum F Wamipro. Moch. Suhri.
Reporter : Sayful
Editor : Sulis Riyanto
